Logo Header Antaranews Sumbar

Pengamat : Pelayanan Publik Jadi PR Pemkot Padang

Jumat, 25 Maret 2016 08:53 WIB
Image Print

Padang, (Antara) - Pengamat Ilmu Politik Pemerintaha,n Asrinaldi menilai pelayanan publik masih jadi Pekerjaan Rumah (PR) dari kinerja dari Pemerintahan Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) di bawah Mahyeldi Ansharullah dan Emzalmi.

"Pembenahan pasar, pantai dan kaki lima dinilai sukses dilakukan oleh Pemerintah kota (Pemkot) namun pelayanan publik masih jauh dari memuaskan," katanya dikonfirmasi di Padang, Jumat.

Menurutnya pelayanan publik di instansi pemkot Padang belumlah merata, terutama pelayanan di tingkat kelurahan dan kecamatan.

Dari 11 kecamatan dan lebih 100 kelurahan dia menilai sebagian besar belum menerapkan pelayanan prima yang telah menjadi acuan pelayanan di instansi pemerintahan.

Salah satu bukti belum tercapainya pelayanan prima tersebut yakni ketidakdisiplinan pegawai untuk masuk kantor.

"Meski sudah jam 09.00 WIB tetap saja petugas administrasi di salah satu kelurahan belum datang, ini jelas tidak pelayanan prima," ujarnya.

Selain itu sebagian besar kelurahan juga masih memungut biaya pembuatan dokumen atau surat keterangan dengan dalih untuk mempercepat proses, hal jelas suatu bentuk korupsi dan nepotime kecil-kecilan dan berbahaya.

Tidak hanya di kelurahan di tingkat dinas pun masih ada saja oknum yang melakukan hal tersebut dan ini harua diberantas, tambahnya.

Hal lain yang dikatakan masih buruknya pelayanan prima yakni dalam keramahtamahan dan etika melayani masyarakat. Menurutnya masih ada terjadi di beberapa instansi dan kecamatan.

Kesemua hal tersebut menjadi tugas pemkot untuk memperbaikinya," katanya.

Sebab, menurutnya, pelayanan prima akan menunjang kemajuan dalam berbagai bidang.

Hal ini juga akan menyempurnakan kinerja dua tahun Mahyeldi - Emzalmi yang secara infrastruktur mulai dirasakan masyarakat, ujarnya.

Sementara itu sebelumnya Wakil Walikota Emzalmi mengatakan bahwa pihaknya secara bertahap akan melakukan pembenahan dalam pelayanan publik.

Saat ini, tambah dia, pihaknya sedang mengidentifikasi dan memantau pelayanan yang dinilai buruk di seputar instansi di kota. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026