Logo Header Antaranews Sumbar

Pariaman Siaga Bencana Banjir

Selasa, 22 Maret 2016 13:33 WIB
Image Print
Pengendara motor nekat melewati banjir yang merendam Jalan Adinegoro, Padang, Sumatera Barat, Selasa (22/3). Hujan sejak Selasa (22/3) dini hari menyebabkan sungai meluap dan banjir merendam ratusan rumah di kota itu serta memutus akses jalan utama. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Pariaman, (AntaraSumbar) - Wakil Wali Kota (Wawako) Pariaman Genius Umar menyatakan pemerintah daerah itu telah menetapkan status siaga bencana akibat banjir yang merendam ratusan rumah di daerah itu, Selasa.

"Penetapan status siaga bencana tidak terlepas dari musibah banjir yang diawali dengan hujan deras disertai badai sejak Senin malam (21/3) sekitar pukul 21.00 WIB hingga Selasa sekitar 05.00 WIB dan telah membawa dampak bagi kurang lebih 1.500 Kepala Keluarga (KK)," katanya.

Ia menambahkan menanggapi bencana alam tersebut tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan Komunikasi dan informatika (Dishubkominfo), Kepolisian Resor (Polres) dan Kodim 03/08 setempat telah melakukan evakuasi sejak pukul 04.00 WIB.

Bagi rumah warga yang tidak bisa dijangkau atau terisolasi, pemerintah setempat telah mengirimkan perahu karet untuk membantu masyarakat yang masih terjebak banjir.

Pemerintah setempat mencatat setidaknya ada 10 titik yang paling parah menjadi lokasi banjir di kota itu.

Ia merinci kesepuluh titik lokasi banjir itu seperti di daerah Desa Cimparuah, Simpang Alai Galombang, Desa Taratak, Jalan Baru, Kelurahan Kampung Pondok, Desa Kampung Paneh, Desa Palak Aneh, Desa Marunggi, Depan Kantor Balaikota, dan Kelurahan Jawi-Jawi satu.

Ia mengatakan diantara 10 titik tersebut lokasi paling parah terletak di Desa Cimparuah dimana ketinggian air mencapai satu setengah meter.

Sejauh ini puluhan KK telah dievakuasi oleh tim gabungan dan dibawa ke posko utama yang terletak di Balaikota setempat.

"Kami perkirakan dampak dari korban banjir ini mencapai 1500 KK, namun sebagian telah kita evakuasi ke posko utama," ujarnya.

Hingga kini pemerintah setempat belum bisa memastikan berapa jumlah kerugian materi akibat banjir yang merendam daerah tersebut.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD setempat, Zamzamil menyebutkan curah hujan mulai meningkat pada Senin malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Akibatnya ratusan rumah warga terendam banjir yang mencapai satu setengah meter.

"Sejauh ini kami sudah menurunkan perahu karet dan perahu piber sebanyak delapan unit untuk mengevakuasi korban banjir," ujarnya.

Selain bencana banjir, di daerah Kecamatan Pariaman Selatan juga terjadi musibah longsor dan sempat menimbulkan kemacetan selama dua jam lebih.

"Longsor di Desa Pungguang Ladiang telah kami atasi dengan meminta bantuan alat berat kepada Kabupaten Padangpariaman," jelasnya.

Untuk mengantisipasi bahaya longsor pihak BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) setempat akan mensiagakan sejumlah alat berat di lokasi rawan tanah longsor.

Untuk mewaspadai adanya korban jiwa akibat bahaya listrik, pemerintah setempat telah memberikan instruksi kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) setempat untuk mematikan listrik di sejumlah titik.

"Hanya di sebagian titik saja terutama lokasi banjir, namun untuk posko utama aliran listrik tidak boleh padam," katanya. (cpw)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026