Logo Header Antaranews Sumbar

Dekranasda Siapkan 35 Bordir untuk Inacraf 2016

Rabu, 2 Maret 2016 07:10 WIB
Image Print

Lubuk Sikaping, (Antara) - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, menyiapkan 35 bordir untuk menghadapi "International Handicraft Trade Fair (Inacraft)" ke-18 di Jakarta pada 20 sampai 26 April 2016.

Ketua Dekranasda Pasaman, Gustinar Yusuf di Lubuk Sikaping, Selasa mengatakan, Pasaman akan menampilkan 35 bordir perancang, seperti mukena dan bordir sulaman. Kerajinan lain, yang memiliki ciri khas juga kita masukkan, karena ini sangat unik dari daerah ini.

"Salah satu produk UMKM yang akan diikutsertakan dalam ivent itu, yakni kerajinan bordir Padangsarai, Lubuksikaping, yang sudah merambah ke negeri jiran Malaysia," kata Gustinar.

Selain itu Dekranasda juga akan mengunjungi sejumlah pengrajin UMKM di daerah ini, untuk menentukan produknya layak dan bernilai ekonomis tinggi untuk ditampilkan pada iven itu atau tidak.

Kegiatan tersebut, menurut dia, juga bertujuan untuk mengembangkan produk industri handicraft Pasaman dalam rangka peningkatan kualitas ekspor produk kerajinan Indonesia sekaligus menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Ia meminta, agar pihak terkait segera menyusun produk serta kesenian yang akan ditampilkan. Termasuk, stand dan pengisiannya serta mekanisme keuangannya.

Selain menampilkan berbagai produk asli Pasaman, pada Inacraft itu juga ditampilkan berbagai kesenian tradisional bercirikhas daerah itu.

Dekranasda akan memayungi dan mengembangkan produk kerajinan dan mengembangkan usaha UKM di daerah tersebut. Pihaknya, juga berupaya meningkatkan kehidupan pelaku bisnisnya, yang sebagian merupakan kelompok UMKM.

Sementara itu, terkait ivent tersebut Disporabudpar setempst menjelaskan, akan menampilkan kesenian tradisional dikia pano dan saluang dangdut yang merupakan ciri khas Pasaman dan sudah pernah menjuarai lomba ditingkat Sumbar.

"Dikia pano dan saluang dangdut akan kita tonjolkan, bekerja sama dengan ISI Padangpanjang. Berbagai kesenian tradisional sudah pernah kita tampilkan di Jakarta, ada ronggeng, luka gilo dan lainnya," katanya Kadisporabudpar Pasaman, Hendri. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026