
Pengunjung Perpustakaan Sumbar 300 Orang Setiap Hari
Rabu, 24 Februari 2016 21:19 WIB

Padang, (AntaraSumbar) - Pengunjung Perpustakaan Daerah Sumatera Barat (Sumbar), hingga tahun ini rata-rata mencapai 300 orang setiap hari pada waktu buka Senin hingga Kamis.
"Tiga ratus orang pengunjung itu terdiri atas tujuh puluh persen mahasiswa dan tiga puluh persen umum, anak-anak, dan pegawai," kata Kepala Bidang Layanan Perpustakaan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Sumbar, Reni Delafina, di Padang, Rabu.
Dia menyebutkan rata-rata 300 orang itu tidak mutlak jumlahnya, adakalanya kurang dan kadang berlebih. Namun jika dikalkulasikan dengan jumlah satu tahun rata-ratanya menjadi 300 orang. Ia mencontohkan seperti tahun lalu jumlah keseluruhan pengunjung 64.220 orang.
"Dari 64. 220 itu sekitar empat puluh ribuan merupakan mahasiswa," ujarnya.
Mahasiswa ini beragam mulai dari yang kuliah di perguruan tinggi negeri, swasta, hingga sekolah tinggi. Ia menyebutkan, sebagian besar mahasiswa tersebut datang ke perpustakaan untuk mencari referensi penelitian, dan jika dilihat dari jenis buku yang dipinjam sebagian besar mengambil fokus ilmu sosial.
Hal ini juga yang menjadikan buku yang paling laris dipinjam atau dijadikan referensi bidang kajian ilmu sosial, tambahnya.
"Anak-anak cukup mendominasi dalam kunjungan pustaka keliling," katanya.
Dia menyebutkan kunjungan melalui perpustakaan keliling ini belum termasuk 300 orang tadi, namun masuk ke dalam jumlah kunjungan per tahun.
Dalam perpustakaan keliling ini orang dewasa kurang meminatinya, itu sebabnya koleksi yang acapkali dibawa yakni buku anak. Hal ini justru berkebalikan dengan kunjungan ke gedung pustaka yang cenderung minim.
Untuk tahun ini, pihaknya akan meningkatkan jumlah kunjungan setiap hari ini lebih dari 300 orang.
"Dengan harapan minat baca di Sumbat ikut meningkat," ujarnya.
Sementara itu salah satu pegawai honor pustaka di perguruan tinggi, Ferri (32) mengatakan untuk menghitung jumlah pengunjung ke perpustakaan dalam satu hari tidaklah mudah, terutama dengan cara manual.
Sebab, tambah dia, pengunjung yang datang bisa saja masih orang yang sama sebelumnya, namun tetap mengisi daftar hadir.
Untuk itu, lanjutnya, perlu ada suatu sistem dalam jaringan yang memudahkan hal tersebut.
Sedangkan salah satu pengunjung Perpustakaan Sumbar, Lisa menilai perlu adanya penambahan buku untuk menarik minat pengunjung.
"Jika bisa setiap bulan perpustakaan memiliki referensi baru seperti halnya toko buku, jumlah pengunjung akan meningkat," sebutnya. (*)
Pewarta: M R Denya Utama
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
