Logo Header Antaranews Sumbar

Pakar: Parpol Juga Bertanggung Jawab Menjamin Pilkada

Kamis, 18 Februari 2016 13:31 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Pakar politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro menyatakan, partai politik merupakan salah satu pihak yang harus bertanggung jawab dalam menjamin pelaksanaan Pilkada supaya tidak tercemar politik uang.

"Yang paling bertanggungjawab menjamin Pilkada tidak tercemari politik uang bukan saja KPU dan Bawaslu tapi juga partai politik," ujar Siti melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Kamis.

Pandangan itu dikatakan Siti ketika disinggung mengenai maraknya pelaporan terkait politik uang pada Pilkada serentak 2015.

Terkait dengan kondisi itu, Siti berpendapat, tidak hanya politik uang yang harus diperhatikan, namun seluruh pelanggaran terkait Pilkada harus diwaspadai dengan adanya perbaikan penegakan hukum.

"Penegakan hukum harus diperbaki agar Pilkada menjadi arena membangun penegakan hukum di daerah," ujar Siti.

Ia kemudian menyampaikan bahwa keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tidak cukup memberikan efek jera terhadap para calon dan partai politik pengusung yang melakukan politik uang.

"Tidak cukup memberikan efek jera terhadap para calon dan partai politik pengusung untuk tidak melanggar hukum dan berperilaku menyimpang," katanya.

Ia juga menilai politik uang masih marak terjadi di Pilkada serentak 2015 karena pasangan calon berasumsi bahwa mereka akan sulit memenangkan Pilkada bila tidak membeli suara atau melakukan praktik politik uang.

"Mereka beranggapan bahwa dukungan masyarakat sulit dipegang kalau tidak dibeli," ujar dia.

Masyarakat sebagai pemilih juga senang bila para calon memberikan uang kepada mereka, terlepas apakah mereka nantinya akan tetap memilih pasangan calon tersebut atau tidak, tambah Siti.

Asumsi-asumsi tersebut yang, menurut Siti, menyebabkan para calon tetap melakukan praktik negatif tersebut.

"Hal ini ditambah dengan kondisi mental para calon yang tidak siap kalah, sehingga sikap menghalalkan segala cara dilakukan untuk bisa meraih suara terbanyak," kata Siti. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026