
Iran-IAEA Sepakat Bertemu Lagi Pada Februari

Teheran, (ANTARA/Xinhua-0ANA) - Iran dan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) mengakhiri dua-hari pembicaraan mereka di ibu kota Iran Teheran Kamis dan sepakat untuk bertemu pada 12 Februari untuk satu putaran negosiasi, kata kantor berita semi-resmi Fars. Teheran akan menjadi tuan rumah putaran pembicaraan berikutnya mengenai pendekatan untuk menyelesaikan masalah program nuklir negara itu. Tidak ada komentar langsung mengenai hasil dari perundingan dua hari yang berlangsung intensif yang disiarkan oleh media Iran. Badan pengawas PBB dan republik Islam diharapkan "untuk menyelesaikan pendekatan terstruktur guna menyelesaikan isu-isu yang beredar mengenai dimensi militer kemungkinan program nuklir Iran" dalam pertemuan yang diakhiri Kamis. Sebelumnya, kepala pengawas atom Perserikatan Bangsa Bangsa Selasa mengimbau Iran untuk bersikap "konstruktif" saat ia akan melakukan pembicaraan di Teheran yang bertujuan menyelesaikan dugaan penelitian persenjataan nuklir. "Sepanjang proses ini direktur jenderal selalu mengatakan bahwa kita melakukan pendekatan pembicaraan ini dalam semangat konstruktif," kata Nackaerts Herman dari Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) mengatakan kepada wartawan. "Juga saat ini kita sedang mendekati dalam semangat yang sama dan kami percaya bahwa Iran akan bekerja sama dengan kami dalam semangat yang sama pula," kata Nackaerts, yang memimpin delapan orangtim untuk pembicaraan pada Rabu, di bandara Wina. IAEA ingin Iran mengatasi apa yang dipercaya sebagai bukti upaya-upaya militer untuk mengembangkan senjata nuklir yang dilakukan sebelum tahun 2003 dan mungkin sejak itu. Nackaerts kembali dari kunjungan terakhirnya pada 14 Desember dan mengatakan ia mengharapkan pada Januari untuk menyimpulkan kesepakatan yang lama dan sulit yang akan melihat Iran memberikan akses kesitus tersebut, yang para ilmuwan dan dokumen-dokumen kaitkan dengan dugaan kegiatan itu. Iran membantah keras bahwa pihaknya berupaya atau ingin memiliki bom nuklir dan mengatakan bahwa kesimpulan IAEA didasarkan pada dokumen palsu - materi yang bahkan tidak diizinkan untuk dilihat. Direktur Jenderal IAEA Yukiya Amano pekan lalu muncul mendinginkan suasana berkaitan dengan prospek kesepakatan, dan mengatakan bahwa ia "tidak terlalu optimis". Nackaerts pada Selasa juga mengulangi "harapan" yang diungkapkan sebelum kunjungannya terakhir Desember bahwa Iran akan memberikan akses ke pangkalan militer Parchin dekat Teheran, di mana IAEA mencurigai dugaan beberapa pekerjaan persenjataan dilakukan di tempat itu. "Kami berharap bahwa kami akan diizinkan untuk pergi ke Parchin dan jika akses diberikan, kami akan menyambut kesempatan itu untuk melakukannya. Dan Anda akan melihat kami siap untuk pergi ke sana," kata Nackaerts. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
