
Bulog Sumbar Pangkas Masa Penyimpanan Raskin
Kamis, 21 Januari 2016 15:46 WIB

Padang, (AntaraSumbar) - Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Sumatera Barat berupaya menjaga kualitas beras untuk masyarakat miskin atau raskin di daerah itu, dengan memangkas masa penyimpanannya di gudang.
"Mulai tahun ini, penyimpanan raskin di gudang Bulog paling lama dua bulan agar kualitasnya terjaga," kata Kepala Bulog Divre Sumatera Barat (Sumbar) Benhur Ngkaime di Padang, Kamis.
Menurutnya, hal tersebut merupakan kebijakan nasional yang segera direalisasikan di daerah.
"Salah satu faktor yang menyebabkan kualitas raskin menurun adalah karena komoditas itu terlalu lama disimpan di gudang. Ini yang kita hindari," katanya.
Ia mengatakan, idealnya, lama penyimpanan beras di gudang paling lama hanya tiga bulan. Tetapi sebelumnya, masa penyimpanannya ada yang sampai empat hingga enam bulan, sehingga kualitasnya menurun.
"Petugas pun kewalahan untuk melakukan penyortiran antara beras yang masih layak dan beras yang tidak layak didistribusikan," katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Independen Pemantau Raskin Sumbar Jon Parlis menyebutkan, distribusi raskin di daerah itu, secara keseluruhan cukup baik dan tepat sasaran.
"Di provinsi lain, masih ada yang tidak tepat sasaran, karena jatah masyarakat terpaksa dibagi dengan masyarakat miskin lainnya yang tidak masuk dalam daftar penerima. Akibatnya masyarakat setiap bulannya tidak menerima jatah 15 Kg sesuai ketentuan," katanya.
Menurutnya, untuk Sumbar, rata-rata masyarakat penerima raskin mendapatkan 15 kilogram/bulan.
Ia juga mengapresiasi penyaluran raskin di Sumbar pada 2016 karena menjadi yang perdana di Indonesia.
Terkait kebijakan pemangkasan masa penyimpanan beras di gudang Bulog, ia mengatakan langkah itu sangat baik, karena dengan itu kualitas raskin untuk masyarakat diharapkan bisa lebih terjamin. (*)
Pewarta: Miko Elfisa
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
