
Banjir Terjang MAN Rao Selatan Pasaman
Jumat, 15 Januari 2016 16:25 WIB

Lubuk Sikaping, (AntaraSumbar) - Hujan deras yang melanda daerah tersebut sejak Kamis sore (14/1) sampai Jumat Pagi (15/1) menyebabkan banjir di Madrash Aliyah Negeri (MAN) Lansat Kadap, Kecamatan Rao Selatan, Kabupaten Pasaman.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Pasaman, Elvi Wardi, di Lubuk Sikaping, mengatakan, banjir yang terjadi di Kecamatan Rao Selatan tersebut terjadi sekitar Jumat (15/1) sekitar pukul 01.00 WIB, dan pihaknya baru mengetahui siang ini.
"Kami baru mendapat laporan terkait banjir tersebut, dimana laporanya dari Kanwil Kemenag Pasaman, Abdel Haq. Sekolah yang ada di lokasi tersebut diterjang banjir, sebab itu saat ini kami akan terjun lansung ke lokasi untuk meninjau kondisi terkini," katanya.
Ia menambahkan, banjir di Rao Selatan terjadi akibat meluapnya aliran sungai Batang Tikarang setelah hujan deras mengguyur daerah itu. Padahal, katanya menambahkan, selama ini daerah tersebut tidak pernah dilaporkan adanya banjir.
"Sebab itu kami akan melakukan survei terlebih dahulu ke lokasi kejadian," katanya.
Selain mengakibatkan rusaknya bangunan MAN di Rao Selatan, banjir diperkirakan juga mengakibatkan puluhan hektare tambak ikan masyarakat gagal panen sebab di sekitar lokasi banyak masyarakat yang bermata pencarian dari perikanan tersebut.
Sementara itu, Kepala Kemenag Pasaman, Abdel Haq, menjelaskan, dari laporan pihak sekolah, MAN tersebut telah tergenang luapan air sungai Batang Tikarang sejak tadi malam. Banjir menyebabkan pagar bangunan sekolah yang berjarak lebih kurang 75 meter dari bibir sungai hancur, padahal pagar tersebut baru dibangun satu tahun yang lalu bantuan dari pemda Pasaman.
"Saya telah laporkan hal ini pada BPBD, dimana memang benar MAN yang ada di sana telah tergenang banjir dengan tinggi mencapai 1,5 meter, dan menyebabkan kerugian di sekolah sekitar lebih kurang Rp500 juta," katanya.
Banjir juga menyebabkan kerusakan komputer, laptop, ac, dan merendam buku-buku perpustakaan.
Akibat banjir tersebut, pelajar telah diliburkan, dan belum tahu kapan pelajar kembali bersekolah.
"Selain itu, kami juga akan melaporkan kejadian ini kepada Kanwil Kemenag Sumbar, untuk dapat ditindak lanjuti," jelasnya.
Salah seorang warga Pasaman, Anto mengatakan, BPBD terkait kebencanaan seharusnya lebih tanggap, meskipun daerah ini luas dan akses informasi mungkin terbatas, namun mereka harus dapat lebih meningkatkan kesiap siagaan, agar bisa cepat tanggap dalam menangani kebencanaan.
"Kita melihat banyak informasi kebencanaan yang lambat di terima olah pihak BPBD, seperti pada bencana pada akhir tahun 2015 di Soma, Kecamatan Mapattungul, meski akses informasi terbatas karena sinyal telepon selular. Seharusnya ada langkah untuk meminimalisasi lambatnya informasi ini, sebab BPBD waktu itu setelah dua hari bencana baru mereka tahu," katanya.
Anto menambahkan, demikian juga banjir di Rao Selatan ini, seharusnya mereka dapat informasi lebih cepat, sebab jaringan selular di sana juga ada, dan jaraknya dari Lubuk Sikaping juga hanya lebih kurang sekitar satu jam. (*)
Pewarta: Eko Fajri
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
