
Jalan Agrowisata Lereng Singgalang Dibangun Tahun Ini
Kamis, 14 Januari 2016 09:41 WIB

Lubuk Basung, (AntaraSumbar) - Pemerintah Kabupaten Agam, pada 2016 memperoleh bantuan sebesar Rp650 juta dari Provinsi Sumatera Barat, untuk membangun jalan agrowisata di Lereng Gunung Singgalang.
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Agam, Yulnasri di Lubuk Basung, Kamis, mengatakan, dana sebesar Rp650 juta ini akan digunakan untuk membangun jalan sepanjang 5,1 kilometer dengan lebar sekitar delapan meter.
"Dana ini telah dianggarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumbar 2016 dan dalam waktu dekat akan ditender melalui layanan pengadaan secara elektronik (LPSE)," katanya.
Ia menambahkan, pihaknya telah meninjau lokasi dibangunnya jalan agrowisata dan masyarakat setempat mendukung daerah tersebut menjadi kawasan agrowisata.
Selain itu, daerah terebut akan dikembangkan menjadi perkebunan stoberi dan komoditas lainnya karena lahan di daerah itu banyak terlantar dan lokasi cocok untuk ditanam stroberi.
"Ini sasaran kita dalam membangun jalan agrowisata tersebut," katanya.
Jalan agrowisata ini dibangun dengan tujuan untuk mempermudah transportasi menuju ke daerah tersebut, sehingga memberikan kenyamanan bagi pengunjung karena daerah tersebut sangat indah.
Pada 2016, pihaknya akan mengajukan dana pembangunan fasilitas pendukung ke Pemprov Sumbar. "Mudah-mudahan pada 2017 akan disetujui Pemprov Sumbar," ujarnya.
Setelah itu, kawasan tersebut diserahkan kepada masyarakat setempat untuk dikelola, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
Dalam pengembangan ini, pihaknya akan melakukan kerja sama dengan instansi terkait untuk mengembangkan lokasi tersebut menjadi objek wisata.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Agam, Hadi Suryadi, menambahkan, lokasi tersebut sangat bagus untuk dikembangkan menjadi objek wisata.
"Saya siap melakukan kerja sama dalam pengembangan daerah tersebut nantinya," katanya.
Anggota Komisi III Bidang Pembangunan dan Lingkungan DPRD Agam, Noveri Edios, menambahkan, pihaknya sangat mendukung program ini, karena ini berdampak terhadap pendapatan asli daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat.
"Kami sangat mendukung sekali, karena satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Kabupaten Agam dituntut untuk menggali potensi yang bisa menghasilkan PAD," katanya.
Setelah itu, potensi tersebut harus dibenahi dan harus dibina sebaik mungkin sehingga tujuan tersebut tercapai. (*)
Pewarta: Yusrizal
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
