Logo Header Antaranews Sumbar

Pemerintah Bentuk Dewan Air Nasional Perbaiki Kinerja PDAM

Selasa, 22 Desember 2015 17:14 WIB
Image Print

Jakarta, (AntaraSumbar) - Pemerintah akan membentuk Dewan Air Nasional sebagai upaya membenahi kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli, dalam rapat koordinasi di kantornya di Jakarta, Selasa, mengatakan kinerja PDAM perlu diperbaiki guna memenuhi kebutuhan rakyat akan air berkualitas.

Turut hadir dalam rapat itu perwakilan Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) Emma Sri Martini, serta ahli pengelolaan air.

"Rakyat kita kurang sekali air bersih, sehingga semakin lama terus ketergantungan dengan air (kemasan) yang semakin lama semakin mahal sampai Rp800.000 per kubik. Seharusnya yang sediakan air ini PDAM, tapi kebanyakan merugi," katanya.

Rizal menuturkan, dalam kajian ditemukan sejumlah penyebab utama banyaknya PDAM yang merugi.

Menurut dia, hal itu disebabkan karena harga air yang tidak pernah naik selama puluhan tahun, kualitas air yang tidak sama, struktur keuangan perusahaan yang lemah disertai kebocoran fisik dan administrasi.

"Bayangkan puluhan tahun harga air hanya Rp3.000 per kubik, otomatis merugi jika dibandingkan dengan air yang dijual di pasaran yang sampai Rp800.000 per kubik sehingga 'return of capital' (balik modalnya) sangat kecil. Belum lagi kualitasnya yang bervariasi," katanya.

Mantan Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu juga mengatakan, akibat lemahnya struktur keuangan PDAM, perusahaan jadi sulit berkembang dan menambah kapasitas.

"Ada juga kerugian, biasalah di Indonesia itu 'mismanagement'. Biasanya dalam pembelian bahan kimia. Air kan mesti diproses, diolah secara kimiawi. Belinya berapa, dijualnya berapa. Ini perlu revolusi budaya, perlu dikepret nih yang begini," katanya.

Selain itu, lanjut Rizal, ada kebocoran fisik juga terdapat kebocoran administrasi yang sebenarnya adalah pencurian.

"Banyak juga PDAM yang meter induk saja tidak punya," katanya.

Oleh karena itu, pembentukan Dewan Air Nasional yang masih dibahas itu diperlukan untuk membenahi kinerja PDAM dalam memenuhi kebutuhan air berkualitas bagi masyarakat.

Rizal menuturkan, Dewan Air Nasional akan memiliki kewenangan untuk menentukan harga air, membuat standar dan memastikannya berlaku, serta dapat melakukan strukturisasi keuangan terhadap PDAM seluruh Indonesia.

Dalam waktu dekat, akan dipilih 50 PDAM untuk diperbaiki dalam dua tahun. Ke 50 PDAM ini dipilih dari daerah yang banyak air, sulit air, kota besar dan menengah, untuk mencerminkan sampel Indonesia.

"Kami akan minta 50 PDAM ini merevaluasi aset. Kalau dilakukan, asetnya akan meningkat. Selisih asetnya akan kami masukkan ke modal supaya modal (perusahaan) kuat," katanya.

Pemerintah juga akan merestrukturisasi utang perusahaan-perusahaan air minum daerah itu.

"Kami juga akan lakukan restrukturisasi utang, termasuk melakukan write off jika diperlukan. nanti kita analisa, kami akan minta SMI bantu, mana utang yang sustainable dan yang tidak sustainable kita akan rack off, supaya PDAM ini sehat," katanya. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026