Logo Header Antaranews Sumbar

Budidaya Ikan Kerapu Sumbar Memiliki Prospek Baik

Jumat, 18 Desember 2015 13:03 WIB
Image Print

Padang, (Antara) - Usaha budidaya ikan kerapu memiliki prospek yang baik jika dikembangkan di daerah-daerah yang memiliki perairan laut di Sumatera Barat.

Usaha ini memiliki prospek karena saat ini ikan merupakan komoditi makanan pokok sehingga permintaan pasar terus meningkat,kata pengusaha budidaya ikan kerapu di Kabupaten Pesisir Selatan yang juga Direktur Utama CV Samudera Sejati, Herman Halim di Padang, Jumat.

Ia mengatakan memiliki 400 unit keramba yang dapat dipanen sekali dua bulan. Dalam sekali panen sebanyak 6 sampai 8 ton ikan kerapu siap ekspor ke Hongkong.

Saya tertarik untuk membudidayakan ikan kerapu karena pernah melihat usaha ini di Kabupaten Kepulauan Nias, Sumatera Utara, sehingga menerapkannya di kawasan Mandeh yang lautnya tenang, ujarnya.

Ia mengatakan pada Januari 2016 akan melakukan ekspor ikan kerapu sebanyak 11 ton ke Hongkong.

Di tempat usaha budidaya ikan kerapu yang dimilikinya terdapat 50 nelayan untuk membudidayakan ikan kerapu yang merupakan warga di kawasan Mandeh dan ibu-ibu yang bertugas untuk memasak.

Bibit ikan kerapu yang dibudidaya antara 30 ribu - 50 ribu ekor yang sebagian dibeli dari BBIP Sumbar dan sebagian lagi dibeli dari luar Sumbar.

Banyaknya kebutuhan bibit yang diperlukan tidak mampu dipenuhi BBIP yang masih terbatas dalam memenuhi jumlah bibit, katanya.

Ia mengharapkan pemerintah setempat memperhatikan kebutuhan budidaya ikan yang sudah berkembang di kawasan Mandeh.

"Ikan kakap juga bagus dikembangkan di kawasan Mandeh untuk pasar lokal, dan sekarang BBIP telah melakukan pengembangan ikan kakap, katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat, Yosmer mengatakan dengan adanya pengusaha besar dalam bidang budidaya ikan akan lebih mudah untuk mengekspor ikan ke Hongkong.

Jika tidak ada pengusaha besar maka ikan akan sulit untuk diekspor, karena untuk mengekspor ikan ke Hongkong minimal 5 ton, baru akan diambil oleh kapal Hongkong, katanya.

Ia menjelaskan pengusaha akan mengambil hasil ikan budidaya dari nelayan-nelayan di daerah tersebut untuk diekspor ke Hongkong.

Nelayan di kawasan Mandeh telah dibantu keramba dan bibit, setelah panen nelayan membudidayakan ikan secara mandiri dengan penambahan keramba maupun bibit. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026