Logo Header Antaranews Sumbar

Agam Usulkan Perbaikan Irigasi 5.000 Hektare

Sabtu, 5 Desember 2015 07:59 WIB
Image Print

Lubuk Basung, (Antara) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada 2016 mengusulkan perbaikan jaringan irigasi seluas 5.000 hektare kepada pemerintah pusat dalam upaya mendukung swasembada pangan.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (Dispertahornak) Kabupaten Agam, Afdhal di Lubuk Basung, Sabtu mengatakan perbaikan jaringan irigasi ini tersebar akan dilaksanakan hampir di seluruh kecamatan yang ada.

"Kita telah mengusulkan perbaikan ini dan mudah-mudahan bisa direlokasi oleh pemerintah pusat," katanya.

Perbaikan irigasi ini bertujuan agar petani tidak kesulitan untuk mendapatkan air untuk mengolah sawah sehingga dapat meningkatkan hasil produksi gabah kering giling (GKG), meningkatkan pendapatan dan ekonomi petani.

"Kami sangat fokus untuk memperbaikan irigasi, karena air merupakan obyek vital pendukung keberlanjutan pola tanam," katanya
Pemkab Agam pada 2015 memperbaiki jaringan irigasi dengan luas 7.500 hektare dan perbaikan irigasi ini dilakukan dua tahap.

Untuk tahap pertama pengairan seluas 1.500 hektare sudah dimulai pada awal 2015 dan selesai April 2015. Perbaikan irigasi tahap pertama menelan dana sebesar Rp1,65 miliar ini dilakukan oleh 43 kelompok tani di 19 nagari yang tersebar di 11 kecamatan.

Sementara tahap kedua dengan luas 6.000 hektare, dilakukan pada Mei hingga Desember 2015 dengan dana sebesar Rp6,6 miliar. Perbaikan irigasi ini dilakukan oleh 201 kelompok tani yang tersebar di 16 kecamatan.

Ia menambahkan, dana ini langsung ditransfer ke rekening kelompok tani pelaksana program oleh pemerintah pusat.

"Saat ini realisasi perbaikan irigasi ini sekitar 5.227 hektare atau sekitar 87 persen pada minggu keempat November 2015. Kita berharap perbaikan irigasi ini selesai menjelang akhir Desember 2015," katanya.

Pada 2015, Dispertahornak Agam menargetkan produksi sekitar 342.997 ton gabah kering giling dengan luas panen 59.060 hektare.

Ia menyebutkan, setiap tahun gabah kering giling di Kabupaten Agam mengalami peningkatan. Pada 2011 produksi gabah kering giling sebanyak 298.223 ton dengan luas panen 55.677 hektare, pada 2012 sebanyak 310.020 ton dengan luas panen sebanyak 56.989 hektare.

Sedangkan pada 2013 sebanyak 321.445 ton dengan luas panen sebanyak 57.893 hektare dan pada 2014 sebanyak 331.904 ton dengan luas panen sebanyak 58.473 hektare.

"Peningkatan ini terjadi sebesar 0,8 persen sampai 3,55 persen setiap tahunnya. Ini berkat dilakukan sekolah lapang pengelola tanaman terpadu (SLPTT), peningkatan indeks pertanahan dan lainnya," katanya.

Salah seorang petani di Lubuk Basung, Marwan (43), mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah memperbaiki jaringan irigasi, sehingga pihaknya bisa mengolah sawah dua kali dalam setahun.

"Dengan perbaikan irigasi ini, kami mudah mendapatkan air untuk padi dan bisa mengolah sawah dua kali dalam setahun," katanya. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026