Logo Header Antaranews Sumbar

Bulog Belum Distribusikan Raskin 13 Ke Mentawai

Kamis, 29 Oktober 2015 20:59 WIB
Image Print

Padang, (AntaraSumbar) - Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Sumatera Barat (Sumbar) belum mendistribusikan alokasi beras bantuan untuk masyarakat miskin (raskin) ke-13 untuk Kabupaten Kepulauan Mentawai, karena pemerintah setempat belum mengajukan Surat Permintaan Alokasi (SPA).

"Kita belum menerima SPA dari Mentawai. Selain itu, ada sejumlah kecamatan di sana yang juga belum melunasi utang penebusan raskin yang telah disalurkan senilai Rp 35 juta, sehingga pendistribusian belum dilakukan," kata Kepala Bulog Divre Sumbar Arjun Ansol Siregar di Padang, Kamis.

Menurutnya, Bulog mengacu pada ketentuan pedoman umum dalam hal pendistribusian raskin.

Bagi daerah yang belum selesai pembayarannya, kita memang melakukan proses penagihan dulu. Kalau selesai, raskin didistribusikan secepatnya, ujarnya.

Ia mengatakan agar permasalahan distribusi raskin menuju Kepulauan Mentawai tuntas lebih cepat, tim koordinasi raskin dari Pemprov Sumbar harus turun langsung ke lapangan.

"Kita berharap, SPA-nya segera sampai dan kekurangan pembayaran juga selesai sehingga tidak ada persoalan keterlambatan distribusi raskin ke Mentawai," katanya.

Ia menyebutkan, Pemerintah Provinsi Sumbar telah menerbitkan pagu raskin tambahan pada 2015 untuk 19 Kabupaten/Kota dengan jumlah penerima sebanyak 275.431 rumah tangga sasaran.

"Realisasi raskin 13 telah mencapai 50 % lebih, sedangkan raskin 14 direalisasikan pada November 2015," katanya.

Menurutnya, realisasi itu sudah baik, sama dengan provinsi lain di Indonesia.

Sebelumnya, Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet mengatakan, persoalan distribusi raskin ke daerahnya lebih kepada biaya distribusi yang tidak sebanding dengan jatah diterima.

"Untuk mendistribusikan raskin sampai ke masyarakat di pedalaman biayanya sangat besar, hampir mencapai Rp2,5 miliar," katanya.

Selain itu, sebagian besar masyarakat Mentawai sampai saat ini menurutnya, hanya 25--30 persen saja yang mengkonsumsi beras sebagai makanan pokok.

Karena itu, distribusi raskin ke Mentawai menjadi tersendat. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026