
ISPU di Dharmasraya Masih Berbahaya
Kamis, 29 Oktober 2015 18:02 WIB

Pulau Punjung, (AntaraSumbar) - Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, menyatakan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di daerah itu masih di level berbahaya akibat kabut asap.
"ISPU masih berbahaya dan kemungkinan ini akan berlansung hingga hujan turun," kata Kepala Badan Lingkungan Hidup Dharmasraya Rahmadian S di Pulau Punjung, Kamis.
Ia mengatakan berdasar uji kualitas udara pada Selasa (27/10), indeks partikel debu dalam udara (PM10) masih tinggi yakni 708,33 mikrogram per meter kubik.
PM10 sempat menyentuh angka 1069,44 mikrogram/meter kubik pada Minggu (25/10).
Aktivitas belajar mengajar dari tingkat PAUD sampai SLTA diliburkan sejak Senin (26/10) sampai Kamis.
"Kami kembali libur sejak Senin lalu, berdasarkan keterangan guru, sekolah akan kembali normal jika kabut asap sudah tidak berbahaya lagi," kata Rani salah seorang siswi SLTA Dharmasraya.
Sementara itu, pemerintah daerah setempat melalui Kepala Bagian Humas Dan Prokoler Budi Waluyo mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
Bahkan, masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di luar rumah atau kantor apabila tidak dalam keadaan penting dan memaksa.
Warga diharapkan segera memeriksa kesehatan ke puskesmas jika merasakan gejala akibat dampak kabut asap.
Selain itu, Pemkab juga mengimbau supaya orang tua membimbing putra-putrinya untuk melaksanakan pembelajaran secara mandiri di rumah selama sekolah diliburkan. (cpw)
Pewarta: Ilka Jensen
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
