
BPBD: Status Kabut Asap Solok Selatan Waspada
Senin, 26 Oktober 2015 17:56 WIB

Padang Aro, (AntaraSumbar) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok Selatan menetapkan status waspada kabut asap karena semakin pekat.
"Kami sudah membentuk sekretariat pos penanganan kabut asap yang berlokasi di lokasi pemadam kebakaran serta kantor camat masing-masing kecamatan," kata Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Solok Selatan Dalwison di Padang Aro, Senin.
Ia mengatakan, pos penanganan juga didirikan di setiap nagari (desa adat) dengan menghandalkan Kelompok Siaga Bencana (KSB).
Sebanyak 25 dari 39 nagari di daearh itu sudah memiliki KSB. Mereka menjadi ujung tombak penanganan bencana termasuk kabut asap, katanya.
"Mereka sudah dilatih untuk penanganan bencana termasuk kabut asap dan KSB ini akan siaga 24 jam di wilayah masing-masing," katanya.
Ia menyebutkan, setiap KSB yang sudah dibentuk beranggotakan 25 orang. Mereka sudah mengerti tindakan yang dilakukan jika terjadi bencana di kawasannya.
Sebagai contoh, katanya, jika ada warga yang sesak nafas atau terkena penyakit akibat asap mereka akan berkoordinasi serta lansung membawa ke Puskesmas atau pusat pengobatan terdekat.
Ia menambahkan, pihaknya juga sudah melakukan antisipasi kabut asap ini dengan masker tetapi saat ini masih dalam proses penghitungan kebutuhan.
"Kami juga melakukan antisipasi dengan masker tetapi sekarang masih tahap penghitungan kebutuhan oleh tim setelah itu baru dilaksanakan tender," katanya.
Pemerintah Solok Selatan, juga tidak memungut biaya pelayanan kesehatan terkait kabut asap, termasuk bagi masyarakat yang tidak memiliki kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
"Terkait kabut asap, kami mendirikan posko pelayanan kesehatan di setiap puskesmas. Bagi masyarakat yang tidak memiliki kartu BPJS, pelayanan kami gratiskan bagi penyakit yang disebabkan kabut asap," Kata Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan Novirman.
Warga Sangir, Asti mengatakan, saat ini tenggorokannya sudah mulai gatal-gatal akibat asap yang semakin pekat.
Selain itu, katanya, saat berkendara mata juga pedih sehingga kaca helm selalu ditutup serta masker sudah menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditinggalkan. (*)
Pewarta: Erik Ifansya Akbar
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
