Logo Header Antaranews Sumbar

Dompet Dhuafa Singgalang Gelar Program Pelatihan

Jumat, 23 Oktober 2015 21:39 WIB
Image Print
Ilustrasi. (ist)

Padang, (AntaraSumbar) - Dompet Dhuafa Singgalang, Padang, menggelar program-program pelatihan dan pembinaan yang bertujuan dapat memberikan perubahan sosial kehidupan masyarakat ke arah yang lebih baik.

"Program-program yang telah dan sedang dilaksanakan tersebut di antaranya Program Pelatihan Kerelawanan dan Program Bina Sahabat Pedalaman," ujar Branch Manager Dompet Dhuafa Singgalang, Musfi Yendra di Padang, Jumat.

Ia menjelaskan, Program Bina Sahabat Pedalaman telah dimulai sejak Jumat (16/10) hingga tiga bulan ke depan di Dusun Tubeket, Desa Makolok Pagai Selatan, Mentawai.

"Program Bina Sahabat Pedalaman tersebut melibatkan tokoh agama di mana beliau akan bertugas di daerah tersebut selama tiga bulan. Keberangkatan beliau dilepas secara resmi di Graha Kemandirian Dompet Dhuafa Singgalang Jumat lalu," ujarnya.

Ia mengatakan, program pembinaan dan pelatihan yang akan dilakukan di daerah itu antara lain kegiatan dakwah, pendidikan, pendampingan ekonomi dan kesehatan di mana kegiatan tersebut juga akan melibatkan tokoh-tokoh lokal daerah tersebut.

Program tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk membenahi Desa Tubeket yang merupakan dusun miskin yang terdiri dari 43 kepala keluarga (KK) dan total jumlah penduduk sebanyak lebih kurang 300 jiwa.

"Kami berharap pelaksanaan program dakwah ini dapat berjalan secara optimal, membina muslim Tubeket, mendampingi kebutuhan mereka sehingga muslim Tubeket bisa maju dan berkembang menjadi pusat dakwah Islam di Mentawai," ujarnya.

Sementara itu, Marketing Communication Dompet Dhuafa Singgalang, Annisa Aulia mengatakan, Program Pelatihan Kerelawanan mendorong peserta pelatihan untuk menjadi panutan bagi orang sekitar.

"Dalam training kerelawanan tersebut, peserta didorong untuk membangun sebuah perubahan dengan menanamkan nilai ke tengah-tengah masyarakat. Bagaimana nilai ini nantinya yang akan menggiring masyarakat dengan sendirinya mengikuti pola perubahan yang kita bangun. Masyarakat tak butuh konsep, mereka perlu aksi nyata yang memberi arti bagi mereka," ujarnya.

Ia mengatakan, nilai yang ditanamkan akan menyebar seperti gelombang air dari setetes titik air yang jatuh. Sehingga tanpa perlu dipaksakan, nilai tersebut akan menyebar di tengah masyarakat bila tetap berpegang pada nilai tersebut. (cpw)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026