
Modal Asing di Sumbar Capai USD 40,4 Juta
Rabu, 21 Oktober 2015 17:51 WIB

Padang, (Antara) - Penanaman Modal Asing (PMA) di Sumatera Barat (Sumbar) hingga Oktober 2015 telah USD 40,4 juta dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp1,3 triliiun.
"Realisasi penanaman modal di Sumbar tahun ini cukup signifikan dari bulan ke bulan. Investor yang menyatakan minatnya untuk berinvestasi di sini, juga cukup banyak," kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BKPM dan PPT) Sumbar, Masrul Zein di Padang, Rabu.
Dia mengungkapkan, pada Juni hingga Agustus 2015, realisasi PMA di Sumbar masih diangka USD 20,4 juta sedangkan PMDN diangka Rp961 miliar.
Kita berupaya melakukan pembenahan secara terus menerus diantaranya dengan memberikan kemudahan kepada investor yang ingin menanamkan modalnya di Sumbar. Ternyata, efeknya cukup positif, katanya.
Dia mengatakan, salah satu kemudahan yang diberikan adalah dalam segi peningkatan pelayanan dan mempermudah perizinan.
Untuk mengirim izin prinsip kalau surat-suratnya lengkap, cukup tiga jam selesai, katanya.
Menurutnya, hal itu sesuai dengan semangat pemerintah pusat melalui program paket kebijakan ekonomi jilid II yang menekankan kepada kemudahan investasi dan perizinan.
Kita permudah urusan bagi investor yang ingin menanamkan modal di Sumbar, katanya.
Saat ini menurutnya, sedang ada perusahaan dari Korea yang akan berinvestasi di Sumbar dalam bidang pengolahan limbah sawit untuk dijadikan energi listrik dengan daya hingga 3 MW.
Besaran investasinya USD 6 juta, ujarnya.
Selain itu, pada bidang pengelolaan panas bumi menurut Masrul, PT. Hytai Energy juga mengajukan izin dukungan untuk melakukan survey panas bumi di Bukit Killi, Gunung Talang.
"Sebelumnya PT. Hytai Energy juga telah melakukan investasi yang cukup besar pada bidang yang sama," katanya.
Perusahaan besar yang juga sedang berinvestasi di Sumbar menurut dia adalah, PT. Supreme yang saat ini tengah melakukan eksplorasi panas bumi di Solok Selatan.
Informasi terakhir energi listrik dari panas bumi yang dihasilkan sudah mencapai 80 MW. Hanya saja belum bisa disalurkan karena belum ada transmisi, katanya.
Sementara itu, mantan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat bedah bukunya, "Inspirasi Untuk Sumbar Irwan Prayitno" di Padang beberapa hari yang lalu mengatakan, pengembangan investasi di daerah itu tidak bisa disamakan dengan di daerah lain seperti di Pulau Jawa.
"Masyarakat Sumbar memiliki karakter khas yang harus dipertimbangkan dalam pengembangan investasi di sini," katanya. (*)
Pewarta: Agung Pambudi
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
