
Agam Peroleh Dana Optimasi Lahan Rp3,06 Miliar
Sabtu, 17 Oktober 2015 13:29 WIB

Lubuk Basung, (AntaraSumbar) - Pemerintah Kabupaten Agam pada 2015 mendapatkan bantuan dana untuk optimasi lahan padi sebesar Rp3,06 miliar dari Kementerian Pertanian (Kementan).
Sekretaris Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Agam, Arief Restu, di Lubuk Basung, Sabtu, mengatakan, dana sebesar Rp3,06 miliar ini berasal dari bantuan sosial dari Kementan dan akan digunakan bagi optimasi lahan pertanian seluas 3.400 hektare.
"Dana ini digunakan untuk upaya khusus optimasi lahan pertanian di 16 kecamatan se-Agam pada 2015," kata Arief.
Ia menambahkan, ke 16 kecamatan itu yakni, Kecamatan Tanjung Mutiara dengan luas lahan sebanyak 255 hektare dengan dana Rp288 juta, Lubuk Basung seluas 470 hektare dengan dana Rp336 juta.
Lalu, Kecamatan Tanjung Raya seluas 485 hektare dengan dana Rp540 juta, Sungai Pua seluas 63 hektare dengan dana Rp75,6 juta, Baso seluas 160 hektare dengan dana Rp156 juta, Ampek Koto seluas 20 hektare dengan dana Rp24 juta.
Kecamatan Kamang Magek seluas 75 hektare dengan dana Rp90 juta, Palembayan seluas 455 hektare dengan dana Rp462 juta, Ampek Nagari seluas 335 hektare dengan dana Rp318 juta.
Sedangkan di Kecamatan Palupuh seluas 215 hektare dengan dana Rp240 juta, Tilatang Kamang seluas 175 hektare dengan dana Rp210 juta, Matur seluas 180 hektare dengan dana Rp216 juta dan Banuhampu seluas 20 hektare dengan dana Rp24 juta.
"Program optimasi lahan pertanian ini dilakukan oleh kelompok tani yang ada di kecamatan tersebut," katanya.
Saat ini, optimasi lahan pertanian ini telah selesai sekitar 595 hektare dan pihaknya berharap pada akhir 2015 ini selesai dilakukan, karena jadwal penanaman padi akan dilakukan pada Oktober 2015.
Dengan cara ini, maka pihaknya berharap target swasembada pangan di Agam dapat tercapai pada 2017.
Pada 2015, kata Arief, pihaknya menargetkan produksi gabah kering giling sekitar 342.997 ton dari luas panen sekitar 59.060 hektare.
Ia mengatakan setiap tahun gabah kering giling di Agam mengalami peningkatan. Pada 2011, produksi gabah kering giling sebanyak 298.223 ton dengan luas panen 55.677 hektare, pada 2012 sebanyak 310.020 ton dengan luas panen sebanyak 56.989 hektare.
Pada 2013 sebanyak 321.445 ton dengan luas panen sebanyak 57.893 hektare dan pada 2014 sebanyak 331.904 ton dengan luas panen sebanyak 58.473 hektare.
"Peningkatan ini terjadi sebesar 0,8 persen sampai 3,55 persen setiap tahunnya," katanya. (*)
Pewarta: Yusrizal
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
