Logo Header Antaranews Sumbar

Kerry-Abbas Bahas Ketegangan Israel-Palestina

Jumat, 16 Oktober 2015 11:48 WIB
Image Print

Ramallah, (Antara/Xinhua-OANA) - Menteri Luar Negeri AS John Kerry pada Kamis (15/10) menelepon Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk kedua kali dalam satu pekan guna membahas meningkatnya ketegangan di Israel dan Palestina.

Juru Bicara Presiden Palestina Nabil Abu Rdeineh mengatakan di dalam satu pernyataan yang disiarkan oleh Kantor Berita Resmi Palestina, WAFA, percakapan tersebut membahas situasi saat ini dan kelanjutannya.

Ia menambahkan Kerry menekankan berlanjutnya upaya AS untuk meredakan ketegangan saat ini.

Abu Rdeineh mengatakan Kerry memberitahu Abbas bahwa ia berencana mengunjungi wilayah itu dalam waktu dekat.

Abbas menekankan perlunya bagi AS untuk melancarkan upaya dengan pihak Israel agar menghentikan provokasi oleh para pemukim Yahudi di kompleks Masjid Al-Aqsha dan di jalan-jalan, kata Abu Rdeineh, sebagaimana diberitakan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat siang.

Kerry menelepon Abbas pada Sabtu (10/10) dan telah menelepon Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Jumat guna membahas gelombang kerusuhan yang meningkat antara orang Palestina dan tentara Israel sejak awalOktober.

Sebanyak 33 orang Palestina tewas sejak awal Oktober, 22 di antara mereka di Tepi Barat Sungai Jordan dan Jerusalem dan 11 di Jalur Gaza, kata Kementerian Kesehatan Palestina, sebagaimana diberitakan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat siang.

Sementara itu, jumlah korban jiwa di pihak Israel sejak 30 September bertambah jadi tujuh, dan cedera 92 orang --10 di antara mereka dilaporkan berada dalam kondisi kritis.

Babak kerusuhan paling akhir telah menimbulkan ketegangan lebih besar antara orang Palestina dan Israel sementara proses perdamaian macet. Pembicaraan yang diperantarai AS dan diselenggarakan pada Maret 2014 telah gagal menciptakan kemajuan apa pun.

Abbas sebelumnya mengatakan provokasi oleh pemukim Yahudi terhadap orang Palestian di bawah perlindungan militer Israel adalah pemicu utama peningkatan kerusuhan saat ini.

Abbas, selama pertemuannya dengan Utusan Norwegia untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, telah meminta masyarakat internasional agar campur-tangan dan melindungi rakyat Palestina --yang tidak bersenjata-- sehubungan dengan peningkatan serangan.

Kerusuhan meletus pada pertengahan September di kompleks tempat suci Masjid Al-Aqsha.

Palestina mengatakan tindakan Israel di lapangan bertujuan mengubah dan membagi kompleks tersebut dengan mengizinkan ibadah orang Yahudi dilakukan di sana, bertolak-belakang dengan status-quo. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026