
BLH: Kualitas Udara Dharmasraya Tidak Stabil
Senin, 14 September 2015 19:37 WIB

Pulau Punjung, (AntaraSumbar) - Pihak Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Dharmasraya mengatakan kualitas udara cenderung tidak stabil dalam kurun waktu sepekan terakahir akibat dampat kabut asap kiriman yang melanda daerah itu.
"Hasil analisa selama berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) kualitas berada di ketegori tidak sehat, berbahaya, dan sangat tidak sehat," kata Kepala BLH Dharmasraya Rahmadian S di Pulau Punjung, Senin.
Ia menjelaskan, hasil analisa terakhir pada Minggu (13/09) ISPU berada di kategori sangat tidak sehat dengan indeks partikel dalam udara (PM10) 361,11 ug/Nm3.
Lalu, pada Sabtu (12/09) dan Jumat (11/09) ISPU berada dikategori tidak sehat dengan PM10 125 dan 319,44 ug/Nm3, kemudian Kamis (10/09) dan Rabu (09/09) berada di ketegori berbahaya dengan PM10 458,33 dan 444,44 ug/Nm3.
Selasa (08/09) dan Senin (07/09) ISPU kembali berada dikategori tidak sehat dengan PM10 180,56 dan 263,89 ug/Nm3.
"Hasil analisa yang kami berikan hari ini adalah hasil pengukuran hari sebelumnya, kerena keterbatsan alat yang kami miliki," ujarnya.
Menurut dia, pada Selasa (15/09) diprediksi kualitas udara kembali pada status berbahaya.
Penjabat (Pj) Bupati Dharmasraya Syafrizal mengimbau seluruh masyarakat daerah itu untuk tetap waspada dampak terkait kabut asap yang melanda daerah itu yang semakin pekat.
"Sebisa mungkin hindari aktivitas di luar rumah, gunakan masker jika keluar rumah, banyak mengkonsumsi makanan bervitamin, dan minum air putih lebih banyak," katanya.
Menurut dia, kabut asap kiriman dari provinsi tetangga itu akan berdampak terhadap ganguan kesehatan, seperti sesak pernafasan, iritasi kulit, mata, dan lainya.
"Masyarakat diminta segara ke pelayanan kesehatan jika sudah mengalami gangguan tersebut," katanya.
Selain itu, ia mengimbau untuk mewaspadai kebakaran yang disebabkan api kompor, puntung rokok, lilin dan lainya.
Kemudian tidak melakukan pembakaran dalam pembukaan lahan baru dan tidak membakar sampah. (cpw12)
Pewarta: Ilka Jensen
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
