Logo Header Antaranews Sumbar

Sekolah di Pekanbaru Diberi Kewenangan Liburan Asap

Senin, 7 September 2015 16:39 WIB
Image Print

Pekanbaru, (AntaraSumbar) - Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Provinsi Riau menyerahkan kebijakan kepada kepala sekolah untuk meliburkan peserta didiknya jika kabut asap masuk kategori kondisi berbahaya.

"Ke depan silahkan kepsek ambil kebijakan meliburkan atau tidak para muridnya," ucap Sekretaris Disdik Kota Pekanbaru, Nurfaisal di Pekanbaru, Senin.

Nurfaisal mengaku, pihaknya belakangan kebingungan untuk menetapkan waktu libur anak sekolah. Karena kondisi kualitas udara yang berubah-ubah.

Padahal dalam menentukan libur sekolah harus sesuai Standar Operasional yang dikeluarkan Dinas Kesehatan dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) apakah situasi sudah berbahaya atau tidak.

Namun masalahnya ketika kebijakan mengaktifkan kembali sekolah tiba saat sore harinya, maka tidak ada yang bisa menjamin apakah udara Pekanbaru esok harinya tidak terpapar lagi.

Seperti kejadian Senin pagi, dimana anak sekolah sudah diminta kembali belajar seperti biasa, akibat udara pada Sabtu mulai cerah, namun tiba- tiba udara memburuk lagi.

"Terpaksa anak-anak yang sudah terlanjur ke sekolah dipulangkan lagi sebelum pelajaran dimulai hari ini karena udara Pekanbaru mendadak berada pada status berbahaya," bebernya.
Karena itu diakui Nurfaisal, Pemko sudah sepakat meliburkan atau tidak para siswa diserahkan kewenangannya kepada para kepala sekolah.

Tujuannya agar memudahkan koordinasi, selain juga karena lokasi sekolah berbeda-beda, sehingga tingkat ketebalan asap pada masing wilayah juga berbeda.

"Maka Kepala sekolah yang tahu apakah kondisi udara di wilayah mereka buruk atau baik,"urainya.

Namun demikian, Nurfaisal menambahkan, kebijakan ini berlaku bagi sekolah negeri dan swasta yang memang tidak memiliki fasilitas pembersih udara.

Sementara bagi sekolah swasta yang berkualitas bagus dan memiliki fasilitas penunjang udara tetap bersih
tidak bercampur kabut asap dibenarkan untuk mengambil kebijakan sendiri tetap melakukan aktifitas belajar mengajar seperti biasa.

Ari 35 (th) salah seorang wali murid TK Alifah Kid's mengakui justru senang anaknya tidak diliburkan saat kabut asap seperti ini. Karena anaknya bisa tetap berada didalam ruangan sekolah yang tidak terpapar asap.

"Kalau mereka libur justru anak-anak cenderung bermain, karena saya bekerja tidak ada yang mengawasi. Sementara kalau tetap sekolah mereka terus dibawah pengawasan guru didalam ruangan," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemko sudah meliburkan seluruh siswa mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) TK, SD, SMP dan SMA beberapa kali akibat kabut asap yang melanda Pekanbaru.

Libur pertama diberikan dua hari yakni Rabu dan Kamis lalu. Setelah dievaluasi udara tidak kunjung membaik, libur diperpanjang hingga Sabtu. Melihat udara mulai maka diumumkan Senin aktifitas kembali normal.

Namun sayang mujur tidak dapat diraih, pada Senin pagi udara kembali memburuk, sehingga dibuatlah kebijakan memperpanjang libur sekolah dua hari lagi. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026