
Wapres: Berikan Akses Air yang Lebih Baik
Sabtu, 8 Agustus 2015 15:39 WIB

Solo, (Antara) - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pemerintah memberikan akses air yang lebih baik guna mengurangi dampak kekeringan akibat fenomena El Nino yang diperkirakan melanda daerah-daerah di Indonesia hingga sekitar akhir 2015.
"Langkah-langkah yang dilakukan pemerintah adalah memberikan akses air yang lebih baik kepada masyarakat," kata Jusuf Kalla setelah mengikuti Puncak Acara Gebyar 33 Tahun Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam Solo, Jawa Tengah, Sabtu.
Wapres juga mengemukakan bahwa hasil pantauan yang telah dilakukan sementara ini masih memadai di berbagai waduk, namun pemerintah akan tetap terus mengevaluasi kondisi terkait dengan dampak El Nino.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga telah memantau secara intensif ketersediaan air di berbagai waduk, terlebih setelah diketahui bahwa sejumlah wilayah sejak Mei 2015 telah mengalami hari tanpa hujan lebih dari 60 hari.
Sejumlah langkah telah diambil sebagai antisipasi dalam menghadapi kekeringan seperti melakukan penyuluhan kepada petani untuk menjelaskan bagaimana memanfaatkan air secara efisien dan efektif.
Selain itu, katanya, penyuluhan tersebut juga melalui program Gerakan Hemat Air yang juga bertujuan meningkatkan kesadaran terhadap pelestarian lingkungan hidup.
Selain langkah antisipasi, Kemenpupera juga membuat langkah yang sifatnya jangka pendek, antara lain penangggulangan kekeringan, dengan cara menyediakan pompa air, suplai air bersih melalui mobil tanki dan hidran umum di daerah krisis air, membuat sumur-sumur dalam yang dilengkapi dengan pompa.
Presiden Joko Widodo meminta laporan menteri pertanian terkait dengan dampak El Nino yang menyebabkan kekeringan di beberapa daerah.
"Saya akan minta laporan menteri pertanian mengenai sawah, ladang yang sekiranya gagal panen akibat kekeringan," kata Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas yang membahas antisipasi dampak El Nino terhadap Ketahanan Pangan di Kantor Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8).
Presiden mengungkapkan bahwa dalam rapat pekan lalu, dirinya telah menginstruksikan untuk mengantisipasi dampak El Nino yang mengakibatkan kekeringan dan dikhawatirkan mengganggu produksi beras dan kebakaran hutan.
Pada kesempatan sebelumnya, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional tidak akan mengimpor beras dalam menghadapi El Nino yang memberi dampak kekeringan di beberapa daerah.
"Kita akan lihat dulu, tapi sejauh ini hitungan secara kasar kita tidak perlu impor beras," kata Kepala Bappenas Andrinof Chaniago di Jakarta, Selasa (4/8).
Ia memperkirakan Indonesia memiliki surplus tahunan sekitar sembilan juta ton sehingga meski terdampak El Nino, pemerintah optimistis persediaan beras masih cukup. (*)
Pewarta: Muhammad Razi Rahman
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
