
Misi PBB: Korban Jiwa Sipil di Afghanistan Tetap Tinggi
Kamis, 6 Agustus 2015 07:30 WIB

Kabul, (AntaraSumbar) - Perang dan konflik Afghanistan terus merenggut banyak korban jiwa di pihak sipil dalam enam bulan pertama 2015, kata satu misi PBB di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, dalam laporan tengah-tahunnya yang disiarkan pada Rabu (5/8).
Misi tersebut menambahkan jumlah korban jiwa sipil diproyeksikan sama atau melebihi jumlah korban jiwa sipil yang dicatat pada 2014.
"Antara 1 Januari dan 30 Juni 2015, UNAMA (Misi Bantuan PBB di Afghanistan) mencatat 4.921 korban jiwa sipil (1.592 warga sipil tewas dan 3.329 lagi cedera)," kata laporan tersebut.
Laporan itu, yang berjudul "Protection of Civilians in Armed Conflict in Afghanistan for 2015" dan disiapkan oleh Unit Hak Asasi Manusia di UNAMA, telah menyoroti peningkatan enam persen warga sipil yang tewas dan peningkatan empat persen yang cedera ketika dibandingkan dengan masa yang sama tahun lalu.
Jumlah itu mencapai secara keseluruhan satu persen kenaikan korban jiwa sipil dibandingkan dengan enam bulan pertama 2014, dan jumlah paling banyak seluruh korban jiwa sipil dibandingkan dengan priode yang sama dalam beberapa tahun sebelumnya, kata laporan itu.
"Temuan yang paling penting di dalam laporan itu ialah 4.921 warga sipil Afghanistan, orang yang bukan petempur, tewas dan cedera dalam enam bulan pertama 2015," kata Wakil Khusus Sekretaris Jenderal PBB Nicholas Haysom kepada wartawan dalam satu taklimat pada Rabu, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi.
Bentrokan di lapangan antar-semua pihak dalam konflik tetap mengakibatkan korban jiwa di pihak sipil; sebanyak 379 warga sipil tewas dan 1.198 lagi cedera, kata laporan tersebut.
"Sampai perdamaian diwujudkan, semua pihak dalam konflik harus memenuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional guna memperkceil dampak konflik pada warga sipil dan memenuhi pernyataan mereka kepada masyarakat mengenai perlindungan warga sipil dengan tindakan nyata," kata Haysom --yang juga memimpin UNAMA.
Dari seluruh korban jiwa, sebanyak 385 warga sipil tewas sementara 723 orang lagi cedera akibat serangan peledak rakitan --penyebab kedua yang merenggut korban jiwa sipil selama semester pertama 2015.
Menurut laporan itu, serangan bunuh diri dan serangan lain serta pembunuhan terbidik adalah penyebab utama ketiga dan keempat tewasnya dan cederanya warga sipil. Sebanyak 183 orang yang bukan petempur tewas akibat serangan bunuh diri sementara 440 kematian dicatat sebagai akibat dari pembunuhan terbidik oleh gerilyawan garis keras.
Perempuan dan anak kecil khususnya mengalami serangan keras akibat konflik bersenjata. Laporan UNAMA tersebut mendapati dan mencatat kenaikan 23 persen korban jiwa di pihak perempuan (164 tewas dan 395 cedera) dan kenaikan 13 persen korban jiwa di pihak anak kecil (320 tewas dan 950 cedera). (Xinhua-OANA)
Pewarta: Antara
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
