Logo Header Antaranews Sumbar

PGI Sumbar Kecam Insiden Tolikara

Selasa, 28 Juli 2015 21:09 WIB
Image Print

Padang, (AntaraSumbar) - Persekutuan Gereja -Gereja Indonesia (PGI) wilayah Sumatera Barat (Sumbar), mengecam insiden yang terjadi di Tolikara Papua dan menyatakan hal tersebut bukan tindakan yang dapat dibenarkan.

"Apa yang dilakukan di Tolikara itu tidak benar, kami mengecam bahkan mengutuk kejadian tersebut," kata Ketua PGI Sumbar Pendeta Hasan Saguntung di Padang, Selasa.

Ia menyampaikan hal itu pada acara silaturahim lintas tokoh dalam rangka meningkatkan kerukunan antar umat beragama, dihadiri Kapolda Sumbar Brigjend Pol Bambang Sri Herwanto, Danrem 032 Wirabraja Brigjend TNI Widagdo H Sukoco dan undangan lainnya.

Menurut Hasan mengantisipasi peristiwa serupa agar tidak terjadi di daerah ini pihaknya berupaya menjalin koordinasi dengan Kepolisian dan TNI.

Sementara, Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar Gusrizal Gazahar menyampaikan masyarakat jangan melihat insiden Tolikara dari kacamata permusuhan dan jangan mudah terprovokasi.

"Saya yakin umat Islam di Indonesia akan membuat kegaduhan di negeri ini, karena tidak sedikit darah ulama yang tumpah merebut kemerdekaan apakah itu akan diruntuhkan kembali," kata dia.

Oleh sebab itu ia mengatakan tidak perlu cemas dengan reaksi umat Islam dan pemerintah agar dapat menyelesaikan persoalan tersebut.

Tolikara hanya letupan saja, ada persoalan toleransi yang timpang, ketika ada yang melakukan tindakan melanggar hukum, jangan reaksi yang diambil terhadap umat lain tidak berimbang, ujar dia.

Kapolda Sumbar Brigjend Pol Bambang Sri Hernowo mengatakan persoalan Tolikara sudah ditangani oleh pihak yang berwenang.

Antara umat Islam dengan Nasrani sudah berdamai, tidak ada lagi persoalan, kalau sumber masalah sudah dilokalisasi jangan sampai yang berada di luar Papua kan memunculkan permasalahan baru, ujar dia.

Ia mengimbau masyarakat di Sumbar agar tidak menyikapi dengan emosional dan mengantisipasi pihak-pihak yang ingin konflik seperti ini terus berkepanjangan dan tidak selesai.

"Ada kelompok-kelompok anti kemapanan yang ingin masalah ini tidak selesai, sengaja membuat negara ini tidak aman, masyarakat jangan mau diprovokasi," kata dia. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026