
Iran Kecam "Ancaman Kosong" Kerry
Sabtu, 25 Juli 2015 21:41 WIB

Teheran, (Antara/AFP) - Iran mengecam pernyataan Menteri Luar Negeri AS John Kerry pada Jumat, yang berencana melancarkan gerakan tentara jika Teheran tidak menghormati kesepakatan bersejarah tentang nuklir pada 14 Juli.
"Sayangnya, Menteri Luar Negeri AS sekali lagi berbicara tentang keburukan terkait kemampuan AS menggunakan kekuatan militer," kata Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif dalam pernyataan.
Zarif mengecam yang ia sebut ancaman kosong tidak berguna dan perlawanan terhadap bangsa Iran serta menyebut pernyataan tersebut harus dibuang pada abad ini.
Meskipun kesepakatan nuklir dicapai, beberapa pejabat AS, termasuk Menteri Pertahanan Ashton Carter, mengisyaratkan bahwa kekuatan militer tetap disiagakan untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
"Kerry dan pejabat Amerika lainnya telah berulang kali mengakui bahwa ancaman tidak berpengaruh pada kehendak rakyat Iran dan bahwa hal tersebut akan mengubah situasi yang bisa merugikan mereka," kata Zarif.
Oleh karena itu, kata Zarif akan lebih baik untuk AS meninggalkan kebiasaan lama mereka dan menyisihkan sekali lagi semua bahasa yang mengancam sanksi terhadap orang-orang hebat di Iran.
Dalam kesepakatan nuklir 14 Juli, Iran setuju untuk banyak membongkar industri nuklirnya dengan adanya imbalan pelonggaran dan pengangkatan sanksi terhadap Iran.
Enam negara kekuatan dunia yang hadir dalam perundingan tersebut telah menyebutnya sebagai kesempatan bersejarah untuk mengatur hubungan kembali dengan Iran pada jalan yang baru. (*)
Pewarta: Antara
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
