
BPH Migas Bentuk Posko BBM Selama Lebaran
Selasa, 14 Juli 2015 15:43 WIB

Jakarta, (AntaraSumbar) - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi membentuk posko pemantau dan pendistribusian BBM yang bertugas mulai sepekan sebelum hingga sembilan hari sesudah Lebaran 2015.
Kepala BPH Migas Andi Noorsaman Someng saat konferensi pers di Jakarta, Selasa mengatakan tujuan diadakannya posko tersebut untuk memantau ketersediaan dan pendistribusian BBM melalui laporan badan usaha dan berita, informasi masyarakat, pemerintah daerah dan lainnya.
"Kami juga akan melakukan 'monitoring' atau pengawasan penyediaan dan pendistribusian BBM untuk Pra-Idul Fitri mulai 10-15 Juli 2015 dan Pasca-Idul Fitri pada 22-27 Juli 2015 di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi," katanya.
Andi menjelaskan pengawasan penyediaan tersebut dan pendistribusian BBM tersebut dilaksanakan dalam rangka memastikan kondisi stok BBM di Terminal BBM dan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar agar terjalin pasokan BBM sebelum dan sesudah Idul Fitri 2015.
Dia mengatakan pihaknya juga akan terlibat dalam Posko BBM Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Ditjen Perhubungan Darat serta Posko bersama ASDP di pelabuhan penyeberangan Merak (Banten) dan Ketapang (Jawa Timur).
"Kami juga telah memerintahkan kepada PT Pertamina (Persero) untuk mengamankan pasokan dan suplai BBM sebelum dan sesudah hari raya," katanya.
Langkah-langkah yang harus dilakukan pertamina, di antaranya membentuk posko Sathas BBM dan LPG di kantor pusat dan seluruh kantor daerah, lainnya.
Kedua, mengawasi stok BBM di seluruh Terminal BBM melalui sistem komputerisasi SIM S&D (sistem informasi suplai dan distribusi).
Ketiga, Terminal BBM dan SPBU beroperasi penuh 24 jam, khususnya di jalur mudik, mulai H-15 hingga H+15.
"Switching (mengganti) tangki timbun di Terminal BBM dan atau 'switching' mobil tangki (solat ke premium)," katanya.
Selain itu, menyiapkan monil tangki isi BBM yang siaga di SPBU yang berada di jalur rawan kemacetan total, pemisahan jalur pelayanan masuk motor dan mobil serta menyediakan titik-titik SPBU transit khusus sepeda motor.
"Pertamina juga harus menyiapkan jalur 'contra flow' untuk mengantisipasi stagnasi mobilitas mobil tangki Pertamina akibat kemacetan lalu lintas yang bekerja sama dengan Polri," katanya.
Selanjutnya, menyediakan produk BBM dalam kemasan, yaitu Pertamax, Pertamax Plus, Pertamax Dex dalam kemasan di SPBU yang selama ini menjual BBK.
Serta, menjaga stok BBM nasional dalam lisaran 16 sampai dengan 68 hari, dengan detail sebagai berikut, Premium 16,27 hari, minyak solar 26,44 hari, avtur 24,51 hari, pertamax 25,64 hari dan pertamax plus 32,79 hari.
Andi mengatakan BPH Migas juga telah melerintahkan kepada PT AKR Corporindo Tbk selaku badan usaha pendamping Pertamina (Persero), dengan cara membentuk Posko Satgas BBM di kantor pusat dan seluruh kantor cabang, menyiapkan semua armada truk AKR untuk siap melayani pengiriman BBM, pengiriman BBM ke semua outlet PSO akan dilakukan rutin dan normal serta pengawasan selama periode sebelum dan sesudah hari raya yang akan dilakukan di kantor pusat dab kantor cabang. (*)
Pewarta: Juwita Trisna Rahayu
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
