Logo Header Antaranews Sumbar

Malaysia Siapkan Kapal Ekstra untuk WNI Mudik

Sabtu, 11 Juli 2015 13:18 WIB
Image Print

Kuala Lumpur, (Antara) - Semakin mendekati hari raya, jumlah pemudik asal Indonesia dari Malaysia akan terus meningkat sehingga pihak otoritas pelabuhan di Malaysia menyiapkan kapal ekstra untuk para WNI yang hendak mudik tersebut.

Penambahan kapal ekstra tersebut disampaikan oleh Ketua Otoritas Pelabuhan Malaka saat dikunjungi Wakil Duta Besar RI untuk Malaysia, Hermono yang memantau langsung arus mudik di Pelabuhan Malaka, Sabtu.

Menurut ketua otorotas Pelabuhan Malaka, Puan Jamailatun Saadiah, semakin mendekati hari raya, jumlah pemudik Indonesia akan terus meningkat dan mulai 13 Juli 2015 akan ditambah satu kapal ekstra dengan kapasitas 280 penumpang.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, 2 atau 3 hari menjelang Lebaran, setiap hari akan disediakan kapal ekstra hingga 4 buah untuk memastikan semua pemudik dapat terangkut.

Sementara itu, Wakil Dubes Hermono menjelaskan budaya mudik setiap Lebaran tidak hanya dilakukan di dalam negeri tetapi juga oleh warga negara Indonesia yang tinggal dan bekerja di Malaysia.

"Seminggu menjelang Lebaran mulai terlihat peningkatan arus mudik dari Malaysia," ucapnya.

Dalam perbincangan dengan para pemudik, Hermono mengucapkan selamat merayakan lebaran di kampung masing-masing dan bagi yang akan kembali ke Malaysia agar selalu mematuhi peraturan di Malaysia.

Dijelaskannya, setiap menjelang Lebaran, KBRI Kuala Lumpur melakuan pantauan di beberapa pelabuhan pemberangkatan.

Selain Pelabuan Malaka, telah ditinjau Port Klang, Port Dickson, Stulang Laut, Hutan Melintang, Pasir Gudang dan Kukup di Johor Bahru.

"Tujuan pemantauan adalah untuk memastikan bahwa semua warga Indonesia yang akan mudik terlayani dengan aman dan nyaman," tegasnya.

Dalam pantauan KBRI, selain mudik melalui pelabuhan dan bandara, masih juga dijumpai kasus warga Indonesia yang pulang melalui jalur ilegal.

Sepanjang Ramadhan ini tercatat 171 warga Indonesia ditangkap oleh otoritas Malaysia karena pulang melalui jalur ilegal dan 4 orang meninggal karena perahu yang ditumpangi terbalik. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026