
Rektor UNP Soroti Sarana Pelaksanaan SBMPTN
Selasa, 9 Juni 2015 18:40 WIB

Padang, (AntaraSumbar) - Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Yanuar Kiram menyoroti permasalahan sarana dan prasarana di ruangan tes tertulis Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2015.
Ia saat meninjauan langsung pelaksanaan SBMPTN, Selasa, di Padang, menyoroti kondisi kursi dan meja peserta yang kecil karena dapat mempengaruhi kenyamanan peserta tes.
"Di beberapa ruangan tes tertulis, masih ada yang menggunakan meja kecil empat kaki, itu bisa mempengaruhi konsentrasi mahasiswa," katanya.
Ia menyebutkan, tentang dirinya saat sekolah dulu, yang telah menggunakan meja dengan kedudukan miring dan menurun ke arah pengguna, dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan saat digunakan.
"Bentuk meja itu juga berpengaruh, masalah itu juga pernah dijadikan pembahasan penelitian oleh seorang dosen di Universitas Andalas (Unand), tentang pengaruhnya terhadap pengguna," katanya.
Yanuar mengatakan, hal tersebut juga dijadikan evaluasi untuk perbaikan pada masa selanjutnya.
Sedangkan tentang pelaksaan tes tertulis yang diselenggaran secara umum berjalan dengan lancar. "Tidak ditemukan gangguan yang berarti," katanya.
Saat ditanyai tentang peserta berkebutuhan khusus yang tercatat sebanyak 11 orang ikut SBMPTN 2015, ia mengatakan juga terselenggara dengan baik.
Tes bagi peserta berkebutuhan khusus dilakukan dengan mekanisme ruangan dipisahkan dengan yang lain, dan dibantu dua pengawas.
"Ada dua pengawas untuk anak berkebutuhan khusus, dimana satu pengawas bertugas membacakan soal kemudian menulis jawaban, pengawas kedua sebagai saksi menyaksikan hasil jawaban yang ditulis oleh pengawas. Hanya mekanisme ujian yang berbeda, prinsip ujiannya sama dengan yang lain," katanya.
Peserta yang mengikuti tes SBMPTN 2015 tercatat sebanyak 3.674 orang. Dengan rincian Sains dan Teknologi (Saintek) 12.534, Sosial Humaniora (Soshum) 14.887, dan Campuran sebanyak 9.303, di antaranya sebanyak 11 orang adalah peserta berkebutuhan khusus.
Beberapa ruangan tes yang dikunjungi adalah di Universitas Andalas (Unand), dilanjutkan pada SMP 30 Padang, dan SMA 1 Padang, dan lainnya. (*)
Pewarta: Fathul Abdi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
