Logo Header Antaranews Sumbar

Pelatihan olah minyak jelantah, Tim PkM Farmasi Klinis Unbrah Ajarkan masyarakat Koto Alam Tanah Datar pembuatan sabun

Rabu, 16 September 2026 16:57 WIB
Image Print
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Farmasi Klinis Universitas Baiturrahmah melaksanakan kegiatan “Pelatihan Pembuatan Sabun dari Minyak Jelantah pada Masyarakat Jorong Koto Alam, Nagari Padang Ganting, Kabupaten Tanah Datar”.  (ANTARA/HO-Unbrah)

Batusangkar (ANTARA) - Minyak jelantah menjadi limbah rumah tangga yang masih sering digunakan kembali atau dibuang langsung ke lingkungan. Penggunaan berulang dan pembuangan yang tidak tepat dapat berdampak terhadap kesehatan maupun lingkungan.

Pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk bernilai guna dapat menjadi salah satu alternatif pengelolaan limbah. Pengolahannya menjadi sabun juga berpotensi memberikan manfaat bagi kebutuhan rumah tangga sekaligus membuka peluang usaha masyarakat.

Atas dasar tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Farmasi Klinis Universitas Baiturrahmah melaksanakan kegiatan “Pelatihan Pembuatan Sabun dari Minyak Jelantah pada Masyarakat Jorong Koto Alam, Nagari Padang Ganting, Kabupaten Tanah Datar”.

Tim PkM diketuai apt. Meiridha Mutiara Andania, M.Farm., dengan anggota Prof. Dr. Amri Bakhtiar, MS.DESS., apt. Eka Desnita, M.Farm., apt. Yahdian Rasyadi, M.Farm., apt. Arif Ferdian, M.Farm., apt. Cindy Elvionita, M.Clin.Pharm., apt. Khiky Dwinatrana, M.Farm., apt. Nofrizal, M.Farm., serta dosen Farmasi Klinis Universitas Baiturrahmah lainnya. Kegiatan turut melibatkan mahasiswa Suci Indah Ramadani.

Kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 31 Mei 2026 di Jorong Koto Alam, Nagari Padang Ganting, Kabupaten Tanah Datar dengan sasaran masyarakat setempat. Pengabdian tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Family Gathering Program Studi Farmasi Klinis Universitas Baiturrahmah.

Kegiatan dilatarbelakangi masih adanya kebiasaan masyarakat menggunakan minyak goreng secara berulang dan membuang minyak jelantah langsung ke lingkungan. Hasil observasi awal juga menunjukkan sebagian masyarakat belum mengetahui bahwa minyak jelantah dapat diolah menjadi produk rumah tangga yang memiliki nilai guna.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat terlebih dahulu diberikan edukasi mengenai dampak penggunaan minyak jelantah secara berulang. Tim menjelaskan pentingnya mengurangi penggunaan berulang sekaligus mengelola limbah minyak goreng agar tidak langsung dibuang ke tanah maupun saluran pembuangan.

Setelah edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi penjernihan minyak jelantah menggunakan arang sekam. Arang sekam dimanfaatkan sebagai adsorben alami untuk membantu mengurangi warna, bau, dan kotoran pada minyak sebelum digunakan sebagai bahan dalam proses pembuatan sabun.

Pemilihan arang sekam juga mempertimbangkan karakteristiknya yang mudah diperoleh, murah, dan ramah lingkungan sehingga memungkinkan metode tersebut diterapkan oleh masyarakat. Proses penjernihan menjadi tahapan awal untuk memperbaiki kualitas minyak jelantah sebelum memasuki proses pengolahan berikutnya.

Masyarakat selanjutnya mengikuti demonstrasi dan praktik langsung pengolahan minyak jelantah yang telah dijernihkan menjadi sabun. Melalui praktik tersebut, peserta memperoleh pengalaman mengenai tahapan pengolahan limbah rumah tangga menjadi produk yang dapat dimanfaatkan kembali.

Pelaksanaan praktik secara langsung terlihat dalam dokumentasi kegiatan pada halaman enam dan tujuh. Masyarakat bersama tim PkM mengikuti proses pembuatan produk secara berkelompok, sehingga edukasi tidak hanya berhenti pada penyampaian materi, tetapi disertai pengalaman praktik pengolahan minyak jelantah.

Pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun memberikan dua nilai edukasi sekaligus, yakni kesehatan dan lingkungan. Masyarakat didorong untuk mengurangi penggunaan minyak goreng berulang sekaligus tidak membuang limbahnya secara langsung karena dapat mencemari tanah, air, dan saluran pembuangan.

Di sisi lain, pengolahan minyak jelantah juga memberikan nilai tambah terhadap limbah rumah tangga. Produk yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga dan dalam pengembangannya berpotensi menjadi peluang usaha berbasis pemanfaatan limbah yang bernilai ekonomis.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah minyak jelantah menjadi sabun melalui proses penjernihan menggunakan arang sekam. Masyarakat diharapkan mampu memahami proses tersebut dan mempraktikkannya secara mandiri.

Melalui kegiatan tersebut, Prodi Farmasi Klinis Universitas Baiturrahmah turut mengimplementasikan keilmuan kefarmasian dan kesehatan lingkungan di tengah masyarakat. Program ini menjadi upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran terhadap pemanfaatan limbah rumah tangga secara lebih aman, sehat, bernilai guna, dan ramah lingkungan.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini juga mendukung SDGs 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan literasi kesehatan masyarakat terkait pemanfaatan limbah rumah tangga secara aman dan ramah lingkungan. Kegiatan ini didanai melalui Hibah Yayasan Pendidikan Baiturrahmah melalui alokasi anggaran LPPM Unbrah.*

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Farmasi Klinis Universitas Baiturrahmah melaksanakan kegiatan “Pelatihan Pembuatan Sabun dari Minyak Jelantah pada Masyarakat Jorong Koto Alam, Nagari Padang Ganting, Kabupaten Tanah Datar”. (ANTARA/HO-Unbrah)



Pewarta:
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2026