
Hari Pertama, Pelaksanaan UN di Pariaman Lancar

Pariaman, ( Sumbar) - Penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), berjalan dengan lancar pada hari pertama, Senin. "Untuk hari pertama penyelenggaraan UN di Pariaman berjalan dengan lancar. Sejauh ini kami belum ada menerima dan menemukan laporan kendala dalam pelaksanaan UN," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Pariaman, Efirizal di Pariaman, Senin. Ia menyebutkan, seluruh peserta dari beberapa sekolah yang ditinjau semuanya hadir. Semnetara distribusi soal lancar dan tidak ada penundaan pelaksaan UN. "Belum ada laporan peserta UN yang tidak hadir, tadi ada satu siswa asal SMK 3 yang sakit tetapi ia tetap mengikuti ujian yang didampingi oleh orang tuanya," ujarnya. Ia menyebutkan untuk hari pertama UN mata pelajaran yang diujikan Bahasa Indonesia dan Geografi untuk program Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), sementara untuk program Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang diujiankan bidang studi Bahasa Indonesia dan Kimia, sedangkan untuk SMK hanya bidang studi Bahasa Indonesia. "Pelaksanaan UN dipantau langsung oleh beberapa pihak terkait, seperti perwakilan Direktorat Jendral (Ditjen) Pendidikan dan dari perwakilan perguruan tinggi negeri untuk memonitoring ujian," katanya. Metode pengawasan ujian dilakukan dengan cara silang, artinya setiap guru yang ada di kota itu mengawas ujian di sekolah lain yang bukan asal sekolahnya, dan setiap ruangan ada dua orang pengawas, jelasnya. "Untuk tahun ini peserta UN Pariaman sebanyak 2727 setingkat SMA. Sampai saat ini kami belum melakukan UN sitem
online, masih menggunakan cara manual," katanya. Ia tidak bersedia menargetkan UN lulus 100 persen. "Kalau nantinya kami memberi target kepada setiap satuan pendidikan yang ada, saya khawatirnya sekolah menghalalkan segala cara untuk mencapai target itu, makanya saya tidak mau memberikan target yang terlalu tinggi walaupun kita semua menginginkanya," tambahnya. "Kita hanya menargetkan para peserta didik mampu diterima diatas 50 persen di perguruan tinggi negeri, karena tahun lalu siswa kami baru 35 persen yang mampu duduk di bangku perkuliahan negeri," imbuhnya. Selain target tersebut, ia juga memberi target pada lulusan SMK untuk mampu menciptakan dunia kerja setelah tamat jika tidak bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, agar ilmu yang didapat bisa di implementasikan di dunia kerja. (*/cpw11)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
