
Iran: Serangan Pimpinan Saudi akan Berakhir Gagal

Teheran, (Antara/Xinhua-OANA) - Seorang komandan senior Iran pada Ahad (12/4) memperingatkan serangan pimpinan Arab Saudi di Yaman akan berakhir dalam kegagalan, demikian laporan Press TV. "Militer Arab Saudi memainkan peran militer perwalian dan para penyerang yang telah melancarkan serangan terhadap warga Yaman pasti akan kalah," kata Komandan Pasukan Angkatan Darat Iran Brigadir Jenderal Ahmad Reza Pourdastan. "Saya menyarankan militer Arab Saudi menghentikan agresi ini sebab militer itu akan menderita kekalahan besar," kata Pourdastan, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi. Pada Kamis (9/4), Pemimpin Spiritual Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan koalisi pimpinan Arab Saudi telah melakukan "kekeliruan" besar dengan membom Yaman. Pemimpin Spiritual Iran itu membandingkan serangan pimpinan Arab Saudi ke Yaman dengan serangan Israel terhadap Jalur Gaza pada masa lalu. Ia mengatakan tindakan tersebut adalah "kejahatan dan pemusnahan suku, yang pelakunya bisa dihukum oleh masyarakat internasional". Hubungan antara Iran dan Arab Saudi telah menjadi buruk belum lama ini, setelah serangan udara oleh koalisi pimpinan Arab Saudi terhadap gerilyawan Syiah Al-Houthi di Yaman. Kelompok gerilyawan Yaman itu telah membuat kemajuan besar dengan menguasai kota besar utama di negeri tersebut belum lama ini. Militer Arab Saudi dan sekutunya di Wilayah Teluk telah menuduh Republik Islam Iran mempersenjatai dan mendanai anggota Al-Houthi, tapi Pemerintah Teheran telah membantah tuduhan itu. Sementara itu tak kurang dari 20 orang tewas dan beberapa orang lagi cedera ketika serangan udara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi ditujukan ke satu kamp militer di Provinsi Taiz, Yaman Selatan, Ahad pagi, kata seorang pejabat pemerintah kepada Xinhua. "Serangan udara pimpinan Arab Saudi dilancarkan terhadap Markas Brigade Lapis Baja Ke-22, yang dikuasai oleh petempur Al-Houthi di Daerah Janad, Taiz. Sedikitnya 20 orang tewas dan banyak orang lagi cedera, termasuk warga sipil," kata pejabat Pemerintah Taiz yang tak ingin disebutkan jatidirinya. Serangan udara tersebut mengakibatkan kerusakan parah di dalam barak militer itu dan merusak beberapa rumah di dekatnya di daerah tersebut, kata sumber pemerintah itu. Ahmed Walyd, seorang warga di Daerah Janad, Taiz, tempat koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan pemboman, mengatakan kepada Xinhua, "Sejumlah rudal juga menghantam satu desa kecil dan peternakan unggas di sebelah kamp militer tersebut". Di Kota Pelabuhan Aden, Yaman Selatan, pertempuran sengit antara pasukan pro-Al-Houthi dan anggota milisi suku yang memiliki hubungan dengan Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi berlanjut di beberapa daerah di seluruh provinsi itu kendati ada serangan udara pimpinan Arab Saudi terhadap tempat yang dikuasai Al-Houthi. Beberapa saksi mata mengatakan kepada Xinhua bahwa pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi pada Ahad menggempur beberapa wilayah yang dikuasai petempur Al-Houthi di dalam Istana Presiden Hadi dan sekitarnya di Wilayah Cirater, Aden. Tapi tak ada laporan mengenai korban jiwa. Kelompok Al-Houthi, yang didukung oleh satuan lapis baja militer, menguasai Istana Presiden Hadi selama beberapa pekan belakangan, setelah pertempuran sengit yang menewaskan serta melukai ratusan orang dari kedua pihak. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
