Logo Header Antaranews Sumbar

416.000 RTSM Belum Cairkan Dana PSKS

Selasa, 7 April 2015 19:42 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Sebanyak 416.000 rumah tangga sangat miskin belum mencairkan dana program simpanan keluarga sejahtera yang diluncurkan pemerintah pada 2014. "416.000 RTSM yang belum mencairkan, baru diketahui setelah konsolidasi dengan PT Pos dan Bank Mandiri, Kamis lalu, bisa jadi kurang informasi atau bisa juga warga meninggal dunia. Hal itu, termasuk yang divalidasi," kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa. Dari 15,5 juta pemegang kartu PSKS, ada 416 ribu RTSM dengan total Rp168 miliar belum mencarikan uang. Hal itu, membutuhkan validasi terbaru untuk mengetahui kendalanya dimana, katanya. Dana PSKS Rp168 miliar yang belum dicairkan oleh pemegang kartu PSKS, sebelum dilakukan validasi data masih tersedia karena harus dipastikan dulu. Nanti, setelah validasi tentu saja dikembalikan ke negara, tambah Mensos. "Sebelum divalidasi data dana masih ada, namun setelah validasi dilakukan, dana itu segera dikembalikan ke negara," katanya. Mensos mengatakan, pada akhir April ini, akan dilakukan validasi data 1,7 juta Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang baru terpenuhi sebanyak 530 ribu orang. Sedangkan, 500 ribu buffer diusulkan dari bawah sebagai antisipasi bagi warga yang berhak menerima tapi belum terdata. Secara nasional dimulai 1 April 2015 pemerintah kembali menyalurkan dana PSKS menggunakan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara-Perubahan (APBN-P) sebesar Rp9,8 triliun. Selain itu, Kartu Indonesia Pintar (KIP) menyasar 17,9 juta anak Indonesia dibawah komando Kemendikbud. Sebanyak 3,6 juta dimandatkan kepada Kementerian Sosial dengan target anak terlantar, anak jalanan, dan anak putus sekolah. "Masalah data memang akan terus divalidasi, mulai dari musyawarah desa (musdes) dan musyawarah kelurahan (muskel), kemudian disampaikan ke dinsos tingkat dua dan dinsos tingkat satu hingga ke pusat," katanya. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026