
PLN: Tender Gas Percepat Proyek 35.000 MW

Jakarta, (Antara) - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menyatakan proses lelang prakualifikasi pengadaan gas alam cair atau "liquefied natural gas" (LNG) dilakukan guna mempercepat implementasi proyek pembangunan 35.000 MW pembangkit listrik. Direktur Pengadaan Strategis dan Energi Primer PLN Amin Subekti di sela acara "Market Consultation Procurement of Gas Supply (LNG)" di Kantor PLN Jakarta, Rabu, mengatakan pihaknya tidak hanya melelang pembangkit listriknya saja tetapi juga pasokan gasnya. "Pembangkitnya kami lelangkan terpisah. Jadi ini (yang saat ini dilelang) hanya untuk pasokannya saja. Kita kan ditargetkan pemerintah harus cari akal bagaimana bisa tercapai 35.000 MW itu. Jadi energinya kita lelangkan, pembangkit listrik tenaga gasnya juga kita lelangkan," katanya. Amin menjelaskan, tahapan prakualifikasi pengadaan gas dilakukan sedangkan untuk pembangkit listriknya dilakukan satu per satu. Ditambahkannya, yang dilelang tidak hanya pasokan gas saja tapi juga transportasi, infrasruktur dan fasilitas regarasifikasinya. Menurut dia, pihaknya sudah mengumumkan kajian tentang proses prakualifikasi lelang pengadaan gas beberapa waktu yang lalu dan dilanjutkan dengan sesi konsultasi yang digelar di Kantor PLN, Jakarta, Rabu. "Kami akan menyusun dokumen selama sebulan atau setengah bulan, kemudian mereka kasih waktu satu bulan untuk mengajukan proposal. Jadi prosesnya empat bulan dari sekarang proses lelang akan selesai," katanya. Pada akhirnya nanti, para pemenang lelang akan membentuk konsorsium perusahaan yang masing-masing punya kapabilitas untuk pengadaan gas secara domestik maupun impor, penampungan, penyimpanan, transportasi serta regasifikasi di masing-masing pembangkit listrik tenaga gas. "Itu akan satu paket, sebab kecil-kecil tapi jumlahnya banyak. Kalau tidak disatupaketkan, kita tidak akan dapat pemenangnya, kita report sendiri dan tentu tidak aman bagi kita," ujarnya. Sebelumnya, PLN membuka lelang prakualifikasi pengadaan gas LNG sebesar 230 MMSCFD untuk pembangkit listrik skala kecil di Indonesia bagian tengah. Penyediaan LNG untuk pembangkit yang total kapasitasnya sebesar 2.800 MW itu adalah untuk mengatasi defisit pasokan serta menyediakan pemikul beban puncak (peakers) di kawasan Jawa. Selain itu, penyediaan LNG juga diharapkan bisa mempercepat elektrifikasi dan memacu pertumbuhan ekonomi di kawasan luar Jawa. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
