Logo Header Antaranews Sumbar

Riau Deflasi 0,01 Persen

Rabu, 1 April 2015 15:37 WIB
Image Print

Pekanbaru, (Antara) - Badan Pusat Statistik menyatakan Provinsi Riau mengalami deflasi sebesar 0,01 persen pada Maret, karena dipengaruhi oleh penurunan harga bahan pangan khususnya cabai merah. "Cabai merah memberikan sumbangan besar kedua pada paket makanan terjadinya deflasi di Riau, setelah beras," kata Kepala BPS Provinsi Riau, Mawardi Arsyad, di Pekanbaru, Rabu. Menurut dia, angka deflasi tersebut muncul berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Riau di Kota Pekanbaru, Dumai dan Tembilahan. Ia mengatakan, selain cabai merah, katanya, komoditas utama yang mengalami deflasi dan memberikan andil terbesar juga daging ayam ras, telur ayam ras, cabe hijau, angkutan udara, ayam hidup, cabe rawit, emas perhiasan, jeruk semangka, tarif listrik dan buncis. "Deflasi Riau yang rendah pada Maret 2015 sebesar 0,01 persen itu mulai dipicu oleh kebijakan pemerintah yang menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada 1 Maret 2015 dan 28 Maret 2015," katanya. Deflasi ini karena adanya penurunan indeks harga konsumen pada dua kelompok pengeluaran dibanding feberuari 2015. kelompok bahan makanan mengalami deflasi tertinggi sebesar 1,36 persen dengan andil deflasi sebesar 0,31 persen. Pada Maret 2015, deflasi tertinggi di dua Kota di Riau terjadi di tembilahan yang tercatat sebesar 0,06 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 122,58, diikuti Kota Pekanbaru sebesar 0,03 persen dengan IHK 117,98. Di Kota Pekanbaru, katanya, pada Maret 2015 andil deflasi hanya disumbangkan oleh satu kelompok pengeluran yakni kelompok bahan makanan sebesar 0,30 persen, sedangkan lainnya seperti kelompok makan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar Rp0,02 persen. Selain itu kelompok perumahan, air listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,01 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,04 persen dan kelompok tranportasi, komunikasi dan jasa keuangan dengan andil sebesar 0,19 persen. Sedangkan kelompok sandang, pendidikan, rekreasi dan olahraga relatif stabil. Di Kota Dumai kelompok pengeluaran yang memberikan andil atau sumbangan deflasi cukup tinggi pada Maret 2015 yaitu kelompok makana sebesar 0,41 persen, dan kelompok sandang dengan andil defalasi sebesar 0,02 persen. Dari 23 kota di Sumatera yang menghitung IHK, tercatat 14 kota mengalami deflasi, dengan deflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 1,97 persen, diikuti Bungo sebesar 0,68 persen, dan Meulaboh sebesar 0,64 persen. Sedangkan deflasi terendah terjadi di Kota Padang Sidempuan dan Medan masing-masing sebesar 0,01 persen. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026