Logo Header Antaranews Sumbar

Sekutu Pimpinan Saudi Larang Pengiriman Bantuan ke Yaman

Rabu, 1 April 2015 08:55 WIB
Image Print

Jenewa, (Antara/Reuters) - Anggota sekutu pimpinan Arab Saudi, yang melancarkan serangan udara di Yaman, melarang pesawat Palang Merah memasok obat-obatan di Sanaa, kata wanita juru bicara di Palang Merah Dunia (ICRC) pada Selasa. Dalam pernyataannya, lembaga bantuan mandiri itu menyerukan penghapusan mendesak hambatan untuk pengiriman pasokan penting obat-obatan ke Yaman, yang diperlukan untuk merawat korban bentrokan maut dan serangan udara sepekan belakangan. "Kami belum mendapatkan izin dari anggota sekutu," kata juru bicara ICRC Sitara Jabeen kepada Reuters di Jenewa, dengan menolak menyebutkan pejabat sekutu penanggung jawab hambatan itu. Pesawat itu, yang membawa pasokan obat secukupnya untuk merawat 700 hingga 1.000 korban terluka, masih di Djibouti, katanya. Pesawat itu dijadwalkan terbang ke Amman, Yordania, untuk memuat pasokan dari gudang ICRC sebelum terbang ke Sanaa jika jaminan diterima. Kelompok bantuan darurat lain, Medecins Sans Frontieres, pada Selasa menyatakan penutupan bandar udara dan pembatasan laut juga menghalanginya mengirim regu dan perbekalan bantuan. "MSF tidak dapat menyebarkan tambahan petugas darurat kesehatan ke Yaman, tempat mereka sangat diperlukan," kata direktur operasi MSF Dr Greg Elder, "Kami sangat memerlukan cara untuk mengirim bantuan kemanusiaan dan petuas ke negara itu." Juru bicara sekutu tentara pimpinan Saudi menyatakan pengiriman obat-obatan memerlukan izin resmi. "Semua jenis bantuan diterima, tapi kami meminta lembaga swadaya masyarakat atau negara -yang ingin membantu- melalui saluran diplomatik," kata Brigadir Jenderal Ahmed Asseri kepada wartawan di Riyadh. Itu memungkinkan pihak berwenang memberikan bantuan tepat dan menghindari kesalahan atau kesalahpahaman tentang gerakan di pelabuhan atau bandar udara atau melalui perbatasan Saudi, katanya. ICRC menyatakan upayanya merundingkan kedatangan aman pesawat bantuannya gagal dan bahwa perbekalan untuk merawat korban terluka menipis di rumah sakit di seluruh Yaman. Selama enam hari, sekutu pimpinan Saudi membom pejuang Houthi dan satuan tentara pelawan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi, yang benteng terakhirnya di kota Aden, Yaman selatan, gencar ditembaki semalam. "Regu bedah ICRC dijadwalkan segera tiba di Aden, tempat jumlah korban tercatat terbesar," kata ICRC. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026