
Dirut: Harga Semen Padang Tidak Terpengaruh Dolar

Padang, (Antara) - Direktur Utama Semen Indonesia Suparni mengemukakan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak terlalu mempengaruhi harga jual Semen Padang. "Untuk bahan baku tidak ada yang diimpor kecuali untuk Semen Padang yang menggunakan gipsum alam yang didatangkan dari Thailand, namun persentasenya dalam struktur harga kecil," kata Suparni di Padang, Sumatera Barat, Selasa. Ia mengatakan hal itu usai membuka acara kompetisi inovasi antar karyawan yang bertajuk Semen Indonesia Awards on Innovation (SMI-AI) untuk seluruh anak perusahaan meliputi Semen Gresik, Semen Padang, Semen Gresik dan Thang Long Cement Vietnam. Suparni memastikan untuk bahan baku tidak ada pengaruh, justru yang sedikit meningkat adalah pengadaan suku cadang mesin yang didatangkan dari luar negeri. Terkait dengan adanya kemungkinan kenaikan harga semen, ia mengatakan akan mengkaji terlebih dahulu tergantung daya beli pasar serta efisiensi yang dilakukan perusahaan. Ia mengakui dalam dua bulan terakhir penjualan semen di Tanah Air mengalami sedikit penurunan dan Semen Indonesia berharap konsumsi naik sehingga dapat memproduksi lebih banyak dalam rangka efisiensi. "Kami akan tetap mengupayakan tidak terjadi kenaikan harga, jika memang harus dilakukan mungkin hanya sedikit penyesuaian," kata dia. Ia menyebutkan harga jual Semen Padang di tingkat konsumen saat ini berada pada angka sekitar Rp53 ribu sampai Rp55 ribu per zak. Sebaliknya, kata dia, yang harus diwaspadai adalah permintaan semen pada April dimana jika nilai tukar rupiah masih lemah terhadap dolar AS dikhawatirkan sejumlah proyek pembangunan mengalami kendala. Sementara Direktur Utama PT Semen Padang Benny Wendry mengatakan secara posisi Semen Padang strategis untuk melakukan ekspor ke Asia Selatan seperti Sri Langka, Bangladesh dan Maladewa karena jaraknya lebih dekat. (*/wan)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
