
Turki-Pemimpin Pemberontak Kurdi Bicarakan Perlucutan Senjata

Ankara, (ANTARA/AFP) - Badan intelijen Turki melakukan perundingan dengan pemimpin Kurdi yang dipenjarakan Abdullah Ocalan bagi perlucutan senjata kelompok pemberontak PKK yang dipimpinmya dalam usaha menghentikan pemberontakan, kata para pejabat Senin. "Badan intelijen telah berembuk dengan dia," kata Yalcin Akdogan,penasehat politik penting Perdana Menteri Recep Erdogan dalam satu pernyataan yang disiarkan televisi. "Tujuan itu adalah untuk melucuti senjats-senjata PKK," katanya mengacu Partai Pekerja Kurdistan yang dilarang itu. "Pemerintah mendukung setiap dialog yang dapat menghasilkan penghentian aksi kekerasan," kata Akdogan. Ocalan tetap "aktor utama" dalam usaha-usaha menyelesaikan konflik Kurdi, kata Akdogan, sementara meragukan kemampuannya untuk mempengaruhi sekitar 2.000 pemberontak yang melancarkan serangan dari pangkalan-pangkalan mereka di Irak. Surat kabar Hurriyet Senin memberitakan Organisasi Intelijen Nasional (MIT) melakukan pertemuan empat jam dengan Ocalan 23 Desember untuk mendesak para gerilyawan PKK , yang telah beperang sejak tahun 1984, meletakkan senjata-senjata mereka. Surat kabar itu memberitakan Ocalan, yang ditahan di satu pulau penjara tersendiri di lepas pantai Istanbul, menuntut kontak langsung dengan PKK dan memperbaiki kondisi tempat tahanan. Ankara memprakarsai secara diam-diam perundingan perdamaian dengan para tokoh terkemuka pemberontak tahun 2009 tetapi mengalami kegagalan. Kebuntuan itu meningkatkan pertumpahan darah di Turki, di mana skitar 45.000 orang , sebagian besar merea warga Kurdi, tewas dalam konflik itu. Ocalan dituduh melakukan pengkhianatan dan divonis hukuman gantung tahun 1999, tetapi hukuman itu dikurangi menjadi hukuman penjara seumur hidup tahun 2002 setelah Ankara menghapuskan hukuman mati. Perundingan-perundingan baru dengan Ocalan itu bertujuan untuk menetapkan satu rencana di mana satu deklarasi menghentikan pemberontakan akan dikeluarkan dalam bulan-bulan pertama tahun 2013 dan PKK akan mulai meletakkan senjata, kata Hurriyet. Ocalan diizinkan menerima kunjungan-kunjungan dari keluarganya , yang menyampaikan pesan-pesannya kepada publik, tetapi para pengacaranya ditolak mengujungi dia hampir dua tahun, karena Ankara menuduh mereka membawa pesan-pesan kepada para pemimpin penting pemberontak Kurdi. Setelah sepuluh tahun mendekam di jeruji besi, Ocalan masih tetap seorang tokoh yang dihormati oleh mayoritas warga Kurdi Turki, kendatipun pengaruhnya pada kelompo-kelompok PKK diperkirakan telah berkurang. Pemberontak yang tinggal di daerah tenggara itu semula berusaha memisahkan diri dari Turki tetapi sejak tiu mengubah tuntutan bagi otonomi regional. Tentara terus memerangi pemberontak kendatipun perundingan dilakukan. Akdogan mengatakan 10 pemberontak tewas Senin di Lice, satu kota di provinsi Diyarbakir, Turki tenggara. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
