
OJK: Indikator Krisis Masih di Level Aman

Jakarta, (Antara) - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad mengatakan indikator krisis di Indonesia masih dalam level aman atau berada di area hijau. Muliaman di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, setelah melakukan rapat yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan indikator krisis masih (di level) hijau. "Tapi bukan berarti kita boleh lengah," katanya. Pihaknya terus mengantisipasi kerawanan yang tidak perlu agar stabilitas industri keuangan di Tanah Air tetap terjaga. Menurut dia, pada intinya bank-bank di Indonesia harus tetap waspada dengan kekuatan keuangan yang dimiliki. "Tapi tentu kewaspadaan itu jangan mengurangi ruang untuk mengembangkan rencana bisnis," katanya. OJK, kata dia, akan terus memantau pasar valas dan rupiah karena pihaknya ingin memastikan semua berjalan normal dan tidak ada kegiatan tanpa "underline" yang terjadi. Ia mengatakan, kondisi sektor keuangan dan kegiatan pembiayaan bank sampai saat ini tetap terjaga. Modal kecukupan, kata dia, sudah tinggi dengan CAR 21 persen ditambah kondisi likuiditas yang memadai sejak triwulan akhir 2014 dan awal tahun ini. "Target pertumbuhan kredit akan tumbuh lebih dari 16 persen. Ke depan akan terus dipantau sejalan perkembangan industri keuangan," katanya. Terkait dampak pergerakan nilai tukar rupiah, Muliaman yakin dari neraca bank masing-masing disertai pengalaman yang dimiliki para pegiat bank di Indonesia maka perbankan dinilai mampu melihat dan memitigasi risiko yang mungkin muncul. "Kami akan melihat secara dekat melalui pengawasan yang terintegrasi," katanya. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
