
Lyon Kembali ke Puncak Klasemen Setelah Hancurkan Montpellier

Paris, (Antara/Reuters) - Nabil Fekir menjadi aktor utama ketika Olympique Lyonnais meraih kembali puncak klasemen Liga Spanyol melalui kemenangan 5-1 di markas Montpellier pada Minggu. Fekir mencetak dua gol dan memenangi penalti yang dieksekusi Alexandre Lacazette, yang juga mencetak dua gol, untuk membawa Lyon mengoleksi 57 angka dari 28 pertandingan, unggul satu angka atas tim peringkat kedua Paris Saint Germain yang menang 4-1 atas RC Lens pada Sabtu. Gol lain bagi sang pemuncak klasemen didapat melalui Torentin Tolisso pada masa tambahan waktu. "Itu memperlihatkan ketika kami berada dalam kondisi fisik dan mental terbaik, kami dapat melakukan banyak kehancuran," kata Lacazette kepada Canal Plus. Montpellier, yang menghuni peringkat ketujuh dengan 42 angka, unggul lebih dahulu melalui Lucas Barrios yang juga gagal memasukkan penalti pada sembilan menit sebelum pertandingan usai. Barrios memasukkan bola dari jarak dekat setelah mendapat umpan dari Bryan Dabo di menit keenam, namun Lyon tidak panik. Fekir, yang sedang gundah karena memikirkan pilihannya untuk memperkuat timnas Aljazair atau Prancis, dijatuhkan di kotak terlarang pada menit ke-30. Pencetak gol terbanyak Liga Prancis Lacazette memasukkan penalti yang diberikan kepada Lyon, yang kalah 1-2 di markas Lille pada pekan lalu. Setelah memainkan umpan satu-dua dengan Yoann Gourcuff, Fekir melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti sebelum turun minum. Gourcuff kemudian kembali memberi umpan kepada Fekir dan sang gelandang mengubah skor menjadi 3-1 melalui sepakan cungkil pada menit ke-72, sebelum penalti Barrios dapat diblok oleh Anthony Lopes. Tolisso menambah penderitaan Montpellier dan masih ada waktu bagi Lacazette untuk menorehkan gol ke-23nya di liga musim ini pada masa tambahan waktu. "Kami tidak mengawalinya dengan baik namun dengan cepat merasa bahwa pertandingan ini dapat menjadi milik kami," kata gelandang Maxime Gonalons. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
