
YLKI Nilai "Refund" Angkasa Pura Kebijakan Koruptif

Jakarta, (Antara) - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai kebijakan PT Angkasa Pura II menalangi "refund" atau pengembalian uang tiket Lion Air kepada konsumen bisa dikategorikan sebagai kebijakan koruptif. "Talangan dana tersebut sebesar Rp4 miliar, itu adalah tindakan pelanggaran hukum dan bisa dikategorikan kebijakan yang koruptif," kata anggota Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi di Jakarta, Sabtu. Menurut dia, kebijakan PT Angkasa Pura II tersebut berpotensi merugikan keuangan negara. Kebijakan tersebut, kata Tulus, juga memunculkan dugaan adanya pihak tertentu yang menekan manajemen PT Angkasa Pura II. "Kebijakan itu hanya akan makin membuat manajemen Lion Air jumawa, dan makin ringan tangan melanggar hak-hak konsumen," kata Tulus. Ia berpendapat seharusnya pemerintah sebagai regulator memberikan sanksi keras dan tegas kepada Lion Air yang telah terbukti melanggar hak-hak konsumen/hak-hak publik, bukan justru memberikan bantuan pada Lion Air. "Dana tersebut sebaiknya menjadi tanggung jawab dari Lion Air sebagai penyelenggara jasa transportasi, bukan dari pemerintah," kata Tulus. Sebelumnya, sejumlah penumpang maskapai penerbangan Lion Air yang telah membeli tiket memutuskan untuk pindah pesawat, karena penerbangan mereka ditunda atau delay hingga satu hari. "Kami memutuskan pindah pesawat karena penerbangan kami, yang seharusnya kemarin (Jumat) pukul 08.00 WIB, dibatalkan dan digantihari ini (Sabtu)," ujar Sugeng, penumpang Lion Air asal Tangerang tujuan Yogyakarta. Sugeng bersama anak dan istrinya memutuskan untuk naik pesawat dari maskapai lain yang berangkat pada Sabtu pukul 11.00 WIB. Hal serupa juga dialami penumpang Lion Air tujuan DI Aceh Fitriani. Ia memutuskan untuk meminta pengembalian uang pembelian tiket (refund) dan pindah pesawat. "Seharusnya saya terbang kemarin (Jumat) pukul 08.00 WIB. Tapi, saya tunggu hingga pukul 17.00 WIB, tidak ada informasi apa pun. Jadi, kami pulang ya minta refund hari ini," kata Fitri. Fitri yang kerap menggunakan maskapai ini mengatakan delay sudah sering dilakukan Lion Air, namun biasanya hanya satu hingga dua jam, sehingga masih bisa ditoleransi. Namun, lanjutnya, ia telanjur kecewa dengan pelayanan maskapai ini, sehingga memutuskan untuk menggunakan maskapai lain. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
