Logo Header Antaranews Sumbar

Wawako Padang: Kelurahan Lambung Bukit KLB Campak

Jumat, 28 Desember 2012 21:16 WIB
Image Print
Wakil Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansyarullah bersama Kepala Dinas Kesehatan Padang, Frisdawati Boer melihat kondisi anak-anak Lambung Bukit penderita penyakit campak. Daerah itu dinyakan KLB campak dengan ditemukannya 52 kasus.

Padang (ANTARA) - Wakil Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansyarullah mengatakan Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh ditetapkan bestatus Keadaan Luar Biasa (KLB) penyakit campak. "Campak di Kelurahan Lambung Bukik akan tetap menjadi perhatian serius hingga kasus penyakit campak benar-benar tidak ditemukan lagi," kata Mahyeldi, Jumat (28/12). Menurut dia, berdasarkan data sejak pertengahaan Desember 2012, terdapat 52 kasus penyakit campak yang ditemukan di daerah ini. "Sekarang ini saja ditemukan tiga kasus baru pada balita dan anak-anak, yaitu Mutiara (3 tahun 10 bulan), Nadila (7), dan Shakira (3)," kata dia. Dari 52 kasus tambah Mahyeldi, mayoritas penderita merupakan warga yang tinggal di RT 03 RW 2, dan sejak ditangani oleh Puskesmas Pauh, penderita Ccmpak tersebut sudah ada yang sembuh. Dia meminta agar masyarakat melakukan imunisasi balitanya ke Posyandu, dan menginstruksikan kepada kader posyandu, dan tenaga medis dari Puskesmas Pauh untuk terus melakukan penyuluhan, pemantauan dan pendataan ulang balita dan anak-anak yang berada di daerah Lambung Bukik. "Pendataan dilakukan kader posyandu dan tenaga medis, baik di tingkat RT maupun green area," kata dia. Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Frisdawati Boer menjelaskan penyakit campak merupakan penyakit yang dapat menular dan mematikan. "Bagi mereka yang terkena penyakit campak tubuhnya menjadi lumpuh layu dan dapat mengakibatkan kematian," kata dia. Menurut dia, penyakit campak mudah menyerang anak-anak. Bila anak terjangkit virus campak, yang diserang adalah sistem kekebalan tubuhnya. Tingkat risiko paling tinggi adalah bila menyerang anak di bawah usia lima tahun atau balita, karena dapat mengakibatkan komplikasi fatal berkaitan dengan radang paru-paru (pneumonia), diare, radang telinga (otitis media) dan radang otak (ensefalis). "Banyak anak yang mampu bertahan dari penyakit campak, harus hidup dengan cacat seumur hidup, termasuk kebutaan, tuli atau kerusakan otak," kata dia. Kalangan ibu rumah tangga yang memiliki balita yang umurnya lima tahun ke bawah agar datang ke Posyandu untuk diimunisasi campak. Ini untuk mengantisipasi penyebaran penyakit campak yang dikhawatirkan akan mewabah jika tidak langsung dicegah. "Anak yang akan mendapatkan imunisasi adalah yang berusia sembilan hingga 59 bulan," kata Frisdawati Boer. (**/zon/wij)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026