Logo Header Antaranews Sumbar

Seorang Pengunjuk Rasa di Mesir Tewas dalam Bentrokan dengan Polisi

Minggu, 25 Januari 2015 06:14 WIB
Image Print

Kairo, (Antara/AFP) - Seorang wanita pengunjuk rasa meninggal dalam bentrokan-bentrokan dengan polisi Mesir ketika ikut demonstrasi yang jarang dilakukan kelompok kiri di bagian tengah Kairo Sabtu, sehari menjelang ulang tahun pergolakan 2011 menentang Husni Mubarak, kata seorang pejabat. Seorang juru bicara Kementerian Kesehatan Mesir mengatakan Shaima al-Sabbagh meninggal karena luka-luka terkena tembakan. Para pemerotes lain mengatakan wanita itu terkena peluru yang ditembakkan oleh polisi untuk membubarkan aksi unjuk rasa. Perdana Menteri Ibrahim Mahlab menyatakan bahwa kematiannya sedang diselidiki dan berjanji dalam satu pernyataan bahwa "siapapun yang melakukan kesalahan akan dihukum, siapaun dia." Bentrokan terjadi beberapa jam sebelum televisi negara mengudarakan pidato yang sudah dipersiapkan oleh Presiden Abdel fattah al-Sisi untuk menandai ulang tahun keempat pergolakan rakyat itu. "Saya menghormati semua yang meninggal dari permulaan 25 Januari (2011) hingga sekarang," kata Sisi. Pidato itu sepertinya sudah direkam di istana presiden sebelum Sisi berangkat ke Arab Saudi untuk menyampaikan bela sungkawa atas kematian Raja Abdullah. Berbagai kelompok termasuk dari golongan Islam telah menyerukan protes-protes pada Ahad dalam usaha untuk menghidupkan kembali apa yang mereka katakan ialah "revolusi" yang menggulingkan Mubarak dan membawa Presiden Mohamed Mursi naik ke tampuk kekuasaan secara singkat. Sisi, pemimpin tentara saat itu, menggulingkan Mursi pada Juli 2013. Para pendukung Mursi sering mengadakan pawai-pawai kecil yang dibubarkan polisi dengan cepat. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026