
Pasar Desa Jangan Kalah "Diserang" Minimarket

Karawang, (Antara) - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) Marwan Jafar mengatakan revitalisasi pasar desa mendesak agar tidak kalah bersaing saat "diserang" oleh minimarket. "Kalau pasar desa kalah 'diserang' minimarket, kegiatan ibu-ibu dan bapak-bapak di sini akan berkurang," kata Marwan di hadapan 60 kepala desa di Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu. Menurut dia, pasar desa merupakan kerangka aktivitas ekonomi masyarakat desa. Karena itu, ia meminta agar pemerintah daerah, termasuk pemerintahan desa mau sama-sama peduli mengembangkan pasar desa. "Ini penting karena pasar desa itu jadi urat nadi ekonomi desa," katanya. Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), kata dia, memasukkan revitalisasi pasar desa sebagai salah satu pilot project dalam Nawakerja Prioritas yang menjadi target utama jangka pendek dari kementerian dalam masa jabatan 2014 - 2019. Dia mengatakan, Program Gerakan Desa Mandiri di 3500 desa pada 2015, pendampingan dan penguatan kapasitas kelembagaan dan aparatur 3500 pada desa tahun 2015, dan pembentukan dan juga pengembangan 5000 Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Revitalisasi 5.000 pasar desa yang ditargetkan akan dilakukan di desa atau kawasan pedesaan, pembangunan infrastruktur jalan pendukung pengembangan untuk produk unggulan di 3.500 Desa Mandiri, serta penyiapan implementasi penyaluran Dana Desa sejumlah Rp1,4 miliar untuk setiap desa secara bertahap. Nawakerja selanjutnya yakni penyaluran modal bagi koperasi atau UMKM di 5000 desa, melakukan pilot project sistem pelayanan publik jaringan koneksi online di 3500 desa, dan "Save Villages" (Selamatkan Desa) perbatasan, pulau terdepan, terluar, dan terpencil. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
