Logo Header Antaranews Sumbar

Pariaman Patut Belajar ke Surabaya

Sabtu, 12 Maret 2011 08:43 WIB
Image Print
Jajaran Humas Pemko Surabaya berfoto bersama Humas Pemko Pariaman dan wartawan dari Pariaman

Pariaman patut belajar ke Surabaya, demikian ungkapan yang pas seusai Bagian Humas Kota Pariaman bersama sejumlah wartawan media cetak dan elektronik melakukan studi komparatif ke Pemko Surabaya sekaligus silaturahmi.

Kabag Humas Setdako Pariaman, Jafreki, S.Pd., mengatakan maksud dan tujuan kunjungan Studi Komparatif Humas Pemko Pariaman yakni untuk melakukan silaturahmi dan menggali pengetahuan tentang kehumasan dari Humas Pemkot Surabaya.

Meskipun Majalah Tabuik menjadi juara satu nasional untuk kategori penerbitan media cetak Humas, namun Humas Kota Surabaya telah lebih dulu maju dan berprestasi.

Website Pemko Surabaya menjadi media website Humas nasional berdasarkan hasil penilaian Bako Humas Kominfo RI.

Jafreki mengatakan, rombongan juga ingin melihat dan menggali lebih dalam apa saja kiat Humas dan Protokol Pemko Surabaya dalam mengelola media humas dan bagaimana pula Humas membangun hubungan kemitraan dengan media massa yang ada di Surabaya

Pada kesempatan itu, Kabag Humas Pariaman mengekpose kondisi Pariaman pascagempa dan menceritakan sedikit geografis Kota Pariaman.

Dikatakannya, Pariaman masih muda dan masih perlu banyak belajar dari daerah yang telah lebih dulu maju.

Dalam kesempatan itu juga diekpose tentang seni budaya Piaman 'Tabuik' dan lainnya. Tabuik telah ditetapkan Dirjen kebudayaan dan Pariwisata RI menjadi iven pariwisata nasional.

Kabag Humas dan Protokol Setdako Surabaya, Nanis Khairani menyatakan, Surabaya wilayahnya luas, tentu banyak pula masalah yang dihadapi oleh pemerintah setempat.

Namun demikian, Pemko Surabaya terus berupaya memberikan kenyamanan dan keamanan dengan menggerakan cinta lingkungan, di antaranya rutin melakukan gotong royong, membersihkan saluran sungai dan riol saluran air yang muaranya ke laut.

"Pemko terus memovitasi masyarakat untuk mencintai dan menjaga kebersihan lingkungan," ujarnya.

Kota Surabaya memiliki visi dan misinya mengarahkan pada Kota Perdagangan dan Jasa, sama dengan Kota Pariaman.

Nanis mengatakan, Kota Surabaya menjadi kota transit dan penyedia akomodasi bagi mereka yang akan pergi ke sejumlah kota lain di Jawa Timur.

Mengenai pengelolaan majalah Humas, diakuinya, Humas Surabaya ingin studi banding tentang pengelolaan Majalah ke Humas Pemko Pariaman, karena Majalah Tabuik pernah menjadi juara pertama nasional media humas baru-baru ini.

Majalah yang dikelola Humas Pemko Pariaman, Gapuro juga ditampilkan dalam versi online dalam bentuk situs berita.




Pengelolaan Website Kota

Pemko Surabaya juga memiliki website, di alamat www.surabaya.go.id, yang dikelola oleh Dinas Kominfo Surabaya. Kabid SKDI Diskominfo Surabaya, Irvan, mengatakan, website tersebut di re-desain setiap dua tahun sekali. Untuk tahun ini sudah saatnya di desain ulang supaya pengklik tidak bosan.

Untuk konten website, katanya, diisi oleh semua SKPD. Ikon diminta kepada masing-masing SKPD, maka Diskominfo sebagai pengelola Website hanya sebagai fasilitator.

Diskominfo selaku pengelola Website hanya mewadahi informasi dari masing-masing SKPD, karena SKPD juga telah punya website masing-masing. Website hanya akan menambahkan informasi dengan mencantumkan data informasi yang ada di website SKPD.

Di Jawa Timur, katanya, ada Lomba website, sehingga memotivasi masing-masing daerah mengelola dan membenahi website-nya. Bahkan, SKPD juga ikut mendukung membuat website informasi sendiri mendukung website resmi Pemko Surabaya.

Menjadi hal yang luar biasa, Website Surabaya ini juga menampilkan kondisi Kota yang direkam melalui CCTV. Sebanyak 87 unit CCTV di seluruh pelosok kota dapat diakses melalui website.

Irvan mengatakan, penampilan CCTV bekerjasama dengan Polda Jatim, karena CCTV juga dimanfaatkan oleh kepolisian untuk mengendalikan lalulintas jalan raya.

Menurutnya, keberadaan CCTV ini sangat membantu mengontrol kondisi Kota Surabaya.



Kemitraan dengan Wartawan

Kabag Humas Pemko Surabaya, Nanis Khairani mengatakan, wartawan dan Humas bagi Pemko adalah mitra. Menurutnya, Pemko butuh wartawan, wartawan juga butuh Pemko.

"Semacam hubungan simbiosis mutualisme," katanya.

Selama ini, Humas Pemko Surabaya memberikan fasilitas kepada wartawa berupa, ruangan khusus (press room) lengkap dengan fasilitas internet dan telepon.

Humas Pemko Surabaya jarang memberikan berita (relis) kepada wartawan, karena wartawan lebih suka hunting sendiri mencari berita kepada narasumber, baik Wako, Wawako atau pejabat Pemko Surabaya lainnya.

Dikatakannya, humas membuat rilis, Tapi oleh wartawan relis itu dikuatkan lagi langsung dengan pendapat narasumber.

Sementara untuk membantu wartawan, Humas Pemko Surabaya menyediakan dana dari APBD untuk anggaran jumpa pers, studi banding dan bantuan liputan yang diberikan setiap bulan kepada wartawan mitra Pemko Surabaya.

"Di Surabaya setiap tahun kalangan Pers mitra Humas selalu melakukan studi banding. Hal itu dilakukan untuk memberikan dan menambah wawasan rekan-rekan wartawan dalam melihat sesuatu untuk selanjutnya diaplikasikan di Pemko Surabaya," jelas Nanis.

Setiap wartawan yang ikut studi banding, katanya, wajib menulis laporan. Untuk apreasiasi tulisan Wartawan tersebut akan dilombakan. [*]



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026