
Ancaman Terorisme

Setelah tahun 2009 lalu, jajaran Kepolisian Republik Indonesia berhasil mendulang prestasi dalam perang terhadap terorisme di Indonesia, dibuktikan dengan penangkapan dan dilumpuhkannya sejumlah pentolan teroris di Indonesia. Setelah sebelumnya Densus 88 Antiteror berhasil melumpuhkan DR Azhari ahli merakit bom asal negeri jiran Malaysia, Noordin M Toop pun dijadikan sebagai target utama dan berhasil ditembak mati. Dia dianggap sebagai otak dari serangkaian tindakan teror di Indonesia.Perburuan terhadap pelaku teror tentu tidak berhenti sampai di situ, Namun masyarakat di negeri ini sesaat sudah bisa merasakan ketenangan, seolah negeri ini sudah terbebas dari aksi brutal pelaku teror yang selama ini selalu mencemaskan. Hal itu bisa dibuktikan dengan melihat dan merasakan betapa situasi keamanan di sekitar kita sudah kembali kondusif. Investasi mulai masuk, pariwisata pun bergairah, pelaku usaha tidak lagi dihantui ketakutan dan mengkhawatirkan terjadinya aksi yang berbahaya dari pelaku terorisme. Bahkan sejumlah even nasional dan internasional pun digelar di tanah air dan mendulang sukses.Namun beberapa waktu belakangan, di tengah masyarakat baru merasakan kedamaian dan kenyamanan, kita kembali disentakkan peristiwa teror yang kembali mengancam. Muncul khabar dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), kelompok terorisme kembali beraksi. Konflik antara pihak keamanan dengan kelompok pelaku teror pun terjadi hingga menewaskan anggota di kedua belah pihak. Beberapa hari setelah peristiwa Aceh, Kepolisian RI kembali mengungkap jaringan terorisme di tanah air, dengan menyergap sejumlah tempat-tempat persembunyian pelaku teror. Usaha Polri pun gemilang dan berhasil melumpuhkan otak bom Bali, Dulmatin yang tewas dalam penggerebekan di Pamulang dua hari lalu.Dulmatin diyakini membantu membuat bom untuk peristiwa bom Bali 2002 dan sudah buron di Filipina beberapa tahun ini.Seperti tindakan teror sebelumnya, yang pasti tindakan terorisme telah mengacaukan situasi. Membuat situasi kita tidak nyaman. Padahal, kita sudah sangat senang melihat keamanan yang semakin kondusif akhir-akhir ini. Karena itu, kita sangat mengharapkan keseriusan aparat kepolisian, dalam menangani kasus ini. Kita juga berharap agar kasus-kasus serupa yang terjadi di daerah lain, juga bisa diatasi dengan baik. Karena situasi yang kondusif merupakan bukti betapa kondisi negara kita benar-benar aman dan nyaman untuk dikunjungi.Siapa pun pasti kaget dengan masih munculnya tindakan teror ini, dan sangat menakutkan semua pihak. Betapa tidak, di tengah-tengah kondisi masyarakat yang sudah merasakan ketenangan, ternyata di saat yang sama ancaman terorisme kembali mengancam.Satu hal yang harus menjadi pemikiran kita bersama adalah masih ditemukannya jaringan dan aksi-aksi teror ini, menandakan bahwa masalah terorisme di negeri ini belum tuntas. Masih terdapat banyak ruang-ruang bagi tumbuhnya tindakan-tindakan teror. Masih ada kesempatan besar bagi para pelaku teror untuk melakukan aksi-aksi terornya. Dengan arti kata, pelaku teror masih banyak berkeliaran di tengah-tengah lingkungan kita. Selain kepada aparat Kepolisian RI, harapan besar dalam pemberantasan terorisme ini juga kita harapkan lahir dan tumbuh di kalangan masyarakat luas di negeri ini. Kita tahu aparat kepolisian juga memiliki keterbatasan, karena itu masyarakat semestinya memberikan informasi kepada aparat kepolisian jika melihat dan mendeteksi adanya tindakan-tindakan warga yang mencurigakan. (***)
