
Tour de Singkarak dan Festival Langkisau 2011

Dua event akbar berskala internasional segera dihelat bulan ini di Sumatera Barat. Dua event yang menjadi perhatian turis nusantara dan mancanegara itu adalah Tour de Singkarak (TdS) 2011 yang memperlombakan tim pembalap nasional dan internasional digelar tanggal 06 sampai 12 Juni dan Festival Langkisau 2011 di Pesisir Selatan dari tanggal 21 28 Juni.Berbagai jenis kegiatan akan digelar memeriahkan event Festival Langkisau 2011, seperti Paralayang, Selaju Sampan, Lomba Mancing, Renang antar Pulau, Pameran Pembangunan, dan tahun ini ditambah lomba fotografi yang diikuti berbagai negara di dunia.Tour de Singkarak hingga saat ini masih tetap mendapat kepercayaan sejumlah negara. Event tahunan ini selalu mendapat dukungan luas masyarakat dalam dan luar negeri, dibuktikan dari tahun ke tahun penonton dari turis mancanegara dan nusantara membludak meramaikan dan menyaksikan event wisata yang melintasi sejumlah daerah wisata di ranah Minang ini. Dari 15 tim yang akan bertanding di TDS 2011 terdiri dari 234 orang yang akan bersepeda melalui 12 kabupaten selama 10 hari. Mereka berasal dari negara Jepang, RRC, Iran, Indonesia, Filipina, Australia, Malaysia, Belanda, Inggris, Taiwan, Selandia Baru, Irlandia, Rusia, Kirgistan, dan Spanyol. Indonesia sendiri akan menurunkan 11 tim nasional dari Sidoarjo, Jakarta, Surabaya, Bandung, Malang, Solo, Cirebon, Jakarta, ISSI Provinsi Sumbar, dan Pelatnas SEA Games.Kita patut berbangga, antusias turis mancanegara menghadiri event ini membuktikan bahwa Sumbar masih dipercaya sebagai kawasan yang aman dan nyaman di mata dunia internasional, apalagi pasca kasus teror bom yang terjadi beberapa waktu lalu, sedikit banyak akan membawa pengaruh langsung kepada dunia pariwisata Indonesia, sebagai negara tujuan wisata yang aman. Diakui membangun imej baik pariwisata dan memancing kedatangan turis mancanegara itu sangat sulit. Namun berbagai event berskala nasional dan internasional yang terus digelar, diharapkan bisa membuktikan kepada dunia luar bahwa negeri kita aman dan tetap nyaman untuk dikunjungi. Sumatera Barat negeri yang memiliki karakteristik budaya dan pesona keindahan alam yang memikat, tersebar luas di 19 kabupaten/kota. Setiap daerah memiliki kelebihan dan keunggulan masing-masing yang dapat diandalkan. Sudah semestinya setiap daerah mampu mengemas satu paket kegiatan wisata berskala nasional dan internasional dan menggelar minimal sekali dalam setahun. Jika pemerintah kabupaten/kota mampu menggelar satu kali saja event tahunan, maka sudah 19 kali Sumbar dilirik dan dikunjungi turis lokal dan mancanegara dalam setahun. Bisa dibayangkan berapa banyak arus kunjungan pelancong yang datang ke Sumatera Barat. Pada akhirnya memberikan income dan devisa bagi negara, pemerintah daerah dan memberdayakan ekonomi masyarakat lokal. Selama ini, event tahunan berskala nasional dan internasional baru mampu digelar beberapa daerah saja. Tentu kita berharap munculnya inovasi event dari daerah lain, sehingga tidak menggelar event yang sama, tetapi disesuaikan dengan kondisi alam dan potensi wisata daerah masing-masing. Pola ini akan mampu melakukan penyebaran kunjungan wisata, sehingga tidak terpusat di kota-kota besar, Padang dan Bukittinggi. Melalui event ini pun mampu memperkokoh rasa persatuan anak bangsa yang berbeda budaya, juga memperkenalkan budaya kepada generasi muda. Di sisi wisata, inovasi bidang seni dan budaya akan mampu sebagai ajang promosi potensi pariwisata, pada akhirnya mendorong peningkatan pergerakan wisatawan nusantara untuk melakukan perjalanan wisata di dalam negeri serta meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara. Promosi ke luar mesti terus digencarkan, baik melalui promosi langsung dengan mengirimkan duta wisata, maupun melalui media massa cetak dan elektronik. Media massa memiliki peran besar dalam membangun imej pariwisata. Sudah semestinyalah event nasional dan internasional yang akan digelar mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan media. (***)
