Logo Header Antaranews Sumbar

BNPB Targetkan Pembangunan "Shelter" Dimulai Januari 2013

Sabtu, 8 September 2012 17:33 WIB
Image Print
Bupati Agam Indra Catri memaparkan shalter yang akan dibangun ke Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif

Lubukbasung, Agam, (ANTARA)- Badan Nasional Penanggulangan Bencana menargetkan pembangunan "shelter" sebagai sarana evakuasi sementara tsunami mulai dikerjakan pada beberapa titik di Sumbar pada Januari 2013.Pembangunan akan dilakukan secara bertahap hingga lima tahun ke depandan akan diprioritaskan pada titik yang sangat dibutuhkan untuk upaya penyelamatan, kata Kepala BNPB Syamsul Maarif di Lubukbasung, Kabupaten Agam, Jumat.Ia menyampaikan hal itu saat melakukan kunjungan kerja dalam rangka peninjauan rencana pembangunan shelter evakuasi tsunami dibeberapa titik di Kabupaten Agam.Untuk itu, ia meminta kepala daerah yang wilayahnya berada di zona rawan tsunami agar membuat usulan serta peta detail berapa jumlah shelter yang dibutuhkan serta biaya pembangunannya.Secara bertahap, shelter tersebut akan dibangun sesuai dengan kesanggupan BNPB, kata dia.Terkait pendapat para ahli tentang kemungkinan gempa besar yang berpotensi menimbulkan tsunami di pantai barat Sumatera khususnya Sumbar, ia mengatakan semua pihak harus sama-sama berupaya untuk tidak ada korban dengan melakukan berbagai antisipasi.Salah satu langkah antisipasi yang dapat dilakukan adalah dengan membangun shelter yang dijadikan tempat penampungan sementara masyarakat selama dua jam setelah tsunami terjadi.Dikatakannya, jika gempa besar yang berpotensi menimbulkan tsunami terjadi, masyarakat hanya punya waktu 30 menit untuk evakuasi menuju ke tempat yang tinggi.Hal itu mengingat kecepatan gelombang tsunami mencapai 400 kilometer per jam dan salah satu sarana evakuasi yang dinilai paling tepat adalah menuju shelter, kata dia.Kemudian, pemerintah daerah harus secara rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang langkah yang harus dilakukan jika gempa besar terjadi.Para tokoh adat dan tokoh masyarakat juga harus turut berperan aktif dalam hal ini untuk membantu menyelamatkan masyarakat yang ada di wilayahnya, kata dia. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026