Logo Header Antaranews Sumbar

H Baharuddin R dan H Syahrul Dt Marajo Tulus Bangun Pasbar

Minggu, 29 Agustus 2010 11:48 WIB
Image Print

Niat baik dan tulus Drs. H. Baharuddin R, MM-H. Syahrul Dt Marajo, SPd mengabdi di kampung halamannya akhirnya tercapai. Hari Jumat (27/8) sekitar pukul 14.00 Wib pasangan H. Baharuddin R-H. Syahrul Dt Marajo resmi dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat periode 2010-2015 mendatang.Harapan besar masyarakat Pasaman Barat tertompang kepada Baharuddin R-Syahrul Dt Marajo sebagai pimpinan kabupaten anyar ini untuk lima tahun kedepan. Seluruh elemen masyarakat Pasbar mendukung bupati dan wakil bupati Pasbar, mereka menjatuhkan pilihannya dengan harapan bagaimana Pasbar lima tahun kedepan bisa berubah kearah yang lebih baik.Segudang pengalaman selama ia menjadi bupati Pasaman (sebelum pemekaran-red) akan dicurahkan untuk daerah mekar ini membangun seluruh aspek kehidupan. Bangkit bersama rakyat untuk merubah keadaan di Pasaman Barat kearah yang lebih baik, itulah motto pasangan ini dalam membangun Pasbar.Baharuddin R yang juga Ketua Komisi C DPRD Pasbar yang kini menjadi bupati Pasbar dengan berbekal pendidikan di Lemhanas RI (Lembaga Ketahanan Nasional RI), S2 Pasca Sarjana UNP Padang. Dengan visi dan misinya membangun Pasaman Barat diatas tadah agama.Dengan berbagai pengalaman siap untuk memimpin Pasbar lima tahun kedepan, dengan berbekal pengalaman dalam bidang birokrasi pernah menjadi Bupati Pasaman priode 2000-2005, bidang Hukum dan Keamaan, Perwira Menengah Polri (Pamen Polri), Ajun Komisaris Basar Polisi (AKBP).Baharuddin R-Syahrul Dt Marajo akan memprioritaskan membebaskan biaya pendidikan, membebaskan biaya kesehatan, mensyiarkan agama untuk ummat, meningkatkan kesejahtraan masyarakat. Dan membangun ekonomi kerakyatan yang mandiri serta membangun sarana dan prasarana.Kalau dilihat dari kehidupan sehari-hari purnawirawan Polri yang berpangkatkan terakhir Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) pada 1964-2000, ini sudah berkecukupan. H. Baharuddin R, menyatakan menjadi bupati Pasbar bukanlah mencari kekayaan atau kekusaan tapi hanyalah pengabdian untuk kampung halamannya sebagai putra terbaik Sinuruik Kecamatan Talamau yang telah diberi gelar Tuanku Johansah Pahlawan.Ia sangat peduli dengan pendidikan karena pendidikan itu sangat penting, tanpa pendidikan maka generasi penerus tidak akan berpengetahun maka dari itu beberapa tahun terakhir ia mendirikan Yayasan Pendidikan Amanah Kesehatan Padang. Sehingga setelah tamat nanti anak-anak Pasbar akan berguna bagi orang tua, daerah, bangsa dan negera.Kepedulian terhadap dunia pendidikan ini akan diaplikasikan di Pasaman Barat. Dengan mewujudkan masyarakat yang cerdas dan menguasai teknologi melalui pendidikan yang berkwalitas dan terjangkau serta memberikan beasiswa untuk anak-anak pintar yang berasal dari keluarga kurang mampu. Dengan prioritas utama membebaskan biaya pendidikan.Bupati Pasbar yang pernah mengecap pendidikan Co-operation between Schoo and Companies di Manheim Jerman pada 2003 ini ia adalah bupati pertama di Sumbar yang melahirkan Peraturan Daerah (Perda) wajib berpakaian muslim bagi pegawai dan pelajar, wajib bisa baca tulis al quran bagi siswa-siswi dan calon pengantin. Dan program ini dicontoh oleh kabupaten/kota di Sumbar.Selain itu salah satu programnya untuk mengentaskan kemiskinan di Pasbar dengan meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sistim ekonomi kerakyatan, menciptakan lapangan kerja dan kesempatan berusaha serta mendirikan koperasi yang bersifat kenagarian dengan pemberian modal minimal Rp 100 juta/nagari.Mengurangi pengangguran dengan melaksanakan pembangunan yang bersifat padat karya tanpa mengurangi kualitas yang dapat menyerap tenaga kerja untuk generasi muda Pasbar. Dan mengurangi proyek-proyek besar yang tidak bermanfaat lansung yang dapat dinikmati masyarakat karena selama ini proyek-proyek besar selalu membuka peluang terjadinya tindak pidana korupsi di Pasbar kata Baharuddin R yang pernah mengecap pendidikan di Lemhanas RI Jakarta pada 2003 ini.Menurut Bahar, kedepan perlunya merakit dan merekat kembali keretakan hubungan kemasyarakatan di Pasbar akibat dari pola politik pemerintah yang salah dalam pembinaan antara sesama masyarakat dalam rangka mengembalikan hubungan kekeluargaan di Pasbar. Tanpa membedakan suku, adapt dan agama sehingga terdapat rasa aman dan kedamaian serta silaturrahmi antar umat.Selain itu kembali mewujudkan hubungan harmonis antara lembaga eksekutif dengan legislative maupun hubungan internal lembaga pemerintahan demi kelancaran pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan. Dan meningkatkan dan menjujung tinggi nilai-nilai agama, seni dan budaya dalam kehidupan masyarakat.Saya mempunyai program kedepan melaksanakan pembangunan berbasis nagari dalam rangka pemerataan pembangunan dengan Repelitana (Rencana pembangunan lima tahun nagari) dengan pendanaan Rp 1 Milyar pernagari dan mewajibkan nagari menyusun Repelitana yang bersinergi dengan APBD Pemkab Pasbar ujar alumni S2 UNP Padang pada 2004 ini.Sementara itu, persoalan sengketa tanah ulayat perkebunan sawit yang menjadi komoditi unggulan tidak pernah habis-habisnya di Pasbar. Sehingga membuat masyarakat merana, sementara keutungan dibawa ke luar Pasbar. Ini adalah tugas besar bagi dirinya kedepan bagaimana mengembalikan hak dan fungsi tanah ulayat sesuai dengan tatanan hukum yang berlaku dalam hukum adat minangkabau tanpa merugikan investor yang ada.Dan tidak ketinggalan menggali dan memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) secara professional dan berwawasan lingkungan dalam upaya meningkatkan kesejahtraan masyarakat. Pasbar mempunyai potensi yang luar biasa, daerah ini terkenal dengan negeri dolar tapi sayang semua potensi itu belum terkelola dengan maksimal. Hal inilah yang akan dikembangkan kedepannya.Selain itu menegakkan supremasi hukum, meningkatkan keamanan, dan ketentraman serta ketertiban masyarakat di Pasbar. Dan menciptakan pemerintah yang bersih dan beribawa serta bebas dari KKN. Dengan demikian mari kita bangkit bersama rakyat untuk merubah keadaan di Pasbar kearah yang lebih baik.



Pewarta:
Editor: M Baghendra Lodra
COPYRIGHT © ANTARA 2026