Logo Header Antaranews Sumbar

Kemenperin akan Kembangkan Industri Jamu

Jumat, 16 Januari 2015 12:59 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) akan melakukan beberapa langkah untuk mengembangkan industri jamu. "Seringkali para pembuat jamu kesulitan memperoleh bahan baku, kita akan tawarkan pelatihan pembuatan jamu ke para petani agar mereka selain menanam bahan baku juga kemudian bisa memprosesnya menjadi jamu siap minum," ujar Direktur Jenderal IKM Kementerian Perindustrian Euis Saedah. Ia mengemukakan itu, seusai acara "Minum Jamu Bersama dalam rangka Mencintai Industri Jamu Nasional" di Kemenperin, Jakarta, Jumat. Selain pelatihan, Kemenperin juga akan menyediakan alat dan mesin seperti mesin pencacah, penggiling, pemeras, dan "juicer" agar dapat meningkatkan produktivitas IKM yang bergerak di industri jamu. Euis juga menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait untuk melakukan standardisasi atas produk jamu sebelum beredar di pasaran. "Misalnya, kita temukan ada jamu beras kencur yang terlalu kental atau terlalu encer, nah nanti akan kita bahas yang paling pas itu seperti apa dan komposisinya apa saja," tuturnya. Peran koperasi jamu, katanya, juga akan diperkuat melalui pengelolaan distribusi bahan baku dan pengurusan pinjaman yang lebih ramah bagi IKM. Langkah-langkah tersebut diharapkannya dapat mengatasi beberapa kendala dalam industri jamu di antaranya keterbatasan bahan baku, cara pengolahan yang tidak higienis, dan kurangnya minat masyarakat Indonesia untuk minum jamu. "Yang jadi kendala utama tetap bahan baku, selama ini kita berebut karena bahan baku jamu terutama jahe lebih banyak diekspor," ujarnya. Menteri Perindustrian Saleh Husin dalam kesempatan yang sama menyatakan bahwa industri jamu merupakan salah satu sektor strategis yang mampu menggerakkan roda perekonomian nasional. Berdasarkan catatan Kemenperin, industri jamu menunjukkan prestasi yang menggembirakan dalam beberapa tahun terakhir. Hal tersebut terlihat dari omset yang kian meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2014, penjualan jamu mencapai Rp15 triliun dan untuk tahun 2015 ini diperkirakan mencapai Rp20 triliun. Saat ini terdapat 1.160 industri jamu yang terdiri dari 16 industri skala besar dan 1.444 industri skala kecil dan menengah yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia, terutama Pulau Jawa. Industri jamu juga tercatat mampu menyerap 15 juta tenaga kerja, dimana tiga juta orang terserap di industri jamu yang berfungsi sebagai obat dan 12 juta lainnya terserap di industri jamu yang telah berkembang ke arah makanan, minuman, kosmetik, spa, dan aroma terapi. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026