Logo Header Antaranews Sumbar

AS Tingkatkan Keamanan Setelah Serangan di Paris

Selasa, 13 Januari 2015 10:46 WIB
Image Print

Washington, (Antara/AFP) - Amerika Serikat akan meningkatkan keamanan di gedung-gedung pemerintah dan sejumlah bandara setelah sepekan serangan mematikan di Paris, Menteri Dalam Negeri AS Jeh Johnson mengatakan, Senin. Langkah-langkah "pencegahan" diambil tidak untuk ancaman tertentu, menindaklanjuti kekerasan yang semakin tajam termasuk serangan di kantor redaksi majalah Charlie Hebdo di Paris yang merenggut 12 korban jiwa. Lima orang lainnya meninggal dalam kejadian dan tempat terpisah di kota tersebut. "Situasi dunia saat ini membuat peningkatan kewaspadaan keamanan," demikian pernyataan Johnson. Meskipun demikian ia menegaskan "tidak ada yang khusus, intelijen yang terpercaya menyebutkan serangan serupa di Paris pekan lalu telah direncanakan di negeri ini". Kantor pemerintah di sejumlah kota akan diperketat penjagaan keamanannya. Pekan lalu para petugas "mengambil langkah melakukan pemeriksaan lebih ketat secara acak terhadap penumpang pesawat yang membawa barang tentengan di sejumlah bandara di Amerika Serikat," kata Johnson. Langkah tambahan perlu diterapkan untuk masa mendatang. "Kami tidak segan-segan untuk mengambil tindakan tambahan yang dipandang perlu, dengan tanpa membenani masyarakat yang melakukan perjalanan," kata Johnson. "Alasan tindakan tersebut harus bisa memberikan lebih percaya diri kepada masyarakat setelah kejadian serangan di Paris, Ottawa, Sydney dan tempat-tempat lain termasuk juga pernyataan dari organisasi-organisasi yang mengancam akan menyerang Barat." AS akan menjadi tuan rumah suatu pertemuan puncak tingkat dunia di Washington pada 18 Februari mengenai "cara memerangi kejahatan ekstrim di seluruh dunia". Johnson mengatakan bahwa lembaga-lembaga di AS akan terus bekerjasama dengan pemerintah Prancis dan negara lain untuk "berbagi informasi mengenai ancaman terorisme dan orang-orang yang mencurigakan." Ia juga meminta warga Amerika untuk berani melaporkan bila "melihat sesuatu dan mengatakan sesuatu dan mengurangi kecemasan dalam melakukan perjalanan." "Kami mendesak warga Amerika untuk melanjutkan melakukan perjalanan dan menghadiri acara-acara umum dan merasa bebas berhubungan dengan orang lain." Pertemuan puncak di Washington akan menyoroti usaha AS dan masyarakat internasional dalam mencegah radikalisme dan pengkaderan pengikut kelompok ekstrimis di AS dan negara-negara lain. Pada Oktober lalu Johnson juga meningkatkan keamanan di gedung-gedung pemerintah karena ancaman dari kelompok fanatik Islam.(*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026